Polsek Kayen Bongkar Penipuan Bermodus Dapat Jadikan PNS

101fm, Pati Kayen – Polsek Kayen Polres Pati berhasil membongkar kasus penipuan berkedok dapat menjadikan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Untuk membongkar kasus penipuan ini, Polsek Kayen berkoordinasi dengan Polsek Cepu Polres Blora.
Kasus penipuan berkedok menjanjikan dapat menjadikan PNS, akhirnya terbongkar berkat kerjasama Unit Reskrim Polsek Kayen Polres Pati dan Unit Reskrim Polsek Cepu Polres Blora. Penangkapan tersangka penipuan Mulyohadi alias Hadi Mulyono berusia 43 tahun warga Kabupaten Sleman yang tinggal di Desa/Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus.

Kapolres Pati AKBP Jon Wesly Arianto diwakili Kasubbag Humas IPTu Suharning mengatakan, setelah menerima informasi dari tim cyber Polda Jawa Tengah yang mengetahui keberadaannya, Unit Reskrim Polsek Kayen Polres Pati dibantu Unit Reskrim Polsek Cepu Polres Blora menangkap tersangka yang bergonti-ganti nomor telepon genggam enam kali itu, pada Selasa (30/4/2019) sekitar pukul 14.00. “Hasil CP tersangka berada di wilayah hukum Polsek Cepu Polres Blora, kemudian unit Reskrim Polsek Kayen melakukan koordinasi dengan Kanit Reskrim Polsek Cepu Polres Blora utk melakukan tindakan hukum upaya paksa berupa penangkapan sekitar jam 19.15 Wib,” ujarnya.
IPTu Suharning mengatakan, kasus tersebut terjadi Jumat (11/1/2019), sekitar pukul 10.00, berawal dari pertemuan antara korban seorang guru honorer di Kabupaten Pati. Tersangka menjanjikan bisa membantu menjadikan CPNS, dengan syarat memberikan sejumlah uang secara bertahap untuk biaya administrasi, membeli soal tes tertulis, bayar tes kesehatan, bayar penempatan, dan bayar BPJS. “Saat itu korban percaya saja karena pada Janauri 2019 kebetulan ada program pengangkatan CPNS, setelah itu korban menyerahkan uang kepada tersangka yang pertama kali sebesar Rp 10 juta, selama 1 bulan tersangka selalu meminta uang tambahan sebanyak lagi 5 kali dengan total keseluruhan sebesar Rp 41 juta, hanya saja yang ada bukti kwitansi senilai Rp 30 juta,” katanya.
Karena merasa tertipu dengan ulah tersangka Mulyohadi alias Hadi Mulyono, akhirnya korban melapor ke Polsek Kayen, karena pada Februari 2019, kata Kasubbag Humas Polres Pati IPTu Suharning, nomor telepon genggam tersangka sudah tidak bisa dihubungi.
Penyidik Polsek Kayen Polres Pati bakal menjerat perbuatan tersangka Mulyohadi alias Hadi Mulyono dengan pasal 378 KUHP jungto pasal 64 KUHP, dengan ancaman hukuman pidana paling lama empat tahun.(pas-gus)

0
0
0
s2sdefault
Joomla templates by a4joomla