Polres Pati Tangkap Lima Tersangka Pelaku Penganiayaan

101fm, Pati Kota – Kepolisian Resort (Polres) Pati menangkap lima dari sepuluh pelaku penganiayaan terhadap seorang pemuda hingga terluka serius. Aksi penganiayaan itu terjadi di sebuah warung makan lamongan di wilayah Kecamatan Kayen, Jumat (10/5/2019) sekitar 01.00 dini hari. Tim Resmob menangkap kelima tersangka pelaku itu, saat menunggu bus di halte Krapyak Semarang, Senin lalu (13/5/2019). Sementara sepuluh tersangka lainnya masih buron.
Penangkapan para tersangka pelaku penganiayaan tersebut, ketika mereka hendak melarikan diri ke luar daerah setelah polisi mengetahui identitasnya. Tanpa melakukan perlawanan, polisi menangkap dan membawanya ke Polres Pati dilakukan penyidikan. Mereka terdiri dari TA (27 tahun), YP (23 tahun), AF (21 tahun), OP (23 tahun) serta AP (23 tahun) warga Desa Kedumulyo Kecamatan Sukolilo.

Saat konfrensi pers Rabu siang (15/5/2019), Kapolres Pati AKBP Jon Wesly Arianto mengatakan, motif para tersangka melakukan penganiayaan, karena dendam dengan korban. “TKP-nya ini di depan Warung Lamongan Jaya di Desa Kayen. Pada saat itu korban bersama teman-temannya sedang duduk santai, tiba-tiba dari arah Sukolilo datang berkendaraan lebih dari lima sepeda motor mendatangi dan langsung menganiaya korban,” jelas Kapolres Pati.
AKBP Jon Wesly Arianto mengatakan, akibat penganiayaan itu korban Marga Reza Vindi Ikhwan (29 tahun) warga Desa Kayen Kecamatan Kayen harus mendapatkan perawatan intensif di Keluarga Sehat Hospital (KSH) Pati. “Dengan luka tusuk, luka bekas clurit di telapak tangan kanan, memar di pundak kanan dan kiri, memar di kepala, serta lecet-lecet tangan dan kaki. Berdasarkan laporan ini kita melakukan penyelidikan dan akhirnya bisa melakukan penangkapan terhadap pelaku. Penangkapan dilakukan di halte Krapyak Semarang saat hendak melarikan diri dari tempat asalnya," kata AKBP Jon Wesly Arianto.
Kapolres Pati AKBP Jon Wesly Arianto mengatakan, pihaknya juga turut menyita barang bukti, diantaranya alat penutup wajah, satu buah telepon genggam, serta empat sepeda motor milik para tersangka.
Karena perbuatannya itu, penyidik mengancamnya dengan tiga pasal. Selain pasal 2 ayat 1 UU Nomor 12 tahun 1951 tentang Darurat dengan ancaman sepuluh tahun penjara, kelima tersangka juga dijerat dengan pasal 170 KUHP tentang tindak pidana kekerasan dengan ancaman hukuman penjara lima tahun enam bulan, serta pasal 351 KUHP tentang penganiayaan jo pasal 55 atau pasal 56 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama dua tahun delapan bulan.(pas-gus)

0
0
0
s2sdefault
Joomla templates by a4joomla