Terapkan Sistem Zona Pengamanan Lebaran Polres Pati Mampu Minimalkan Kriminalitas

101fm, Pati Kota – Penerapan sistem zona, pengamanan lebaran di wilayah hukum Polres Pati mampu meminimalkan kriminalitas sejak malam perayaan lebaran, hingga tiga hari pascalebaran. Sementara kejadian dua kejadian tindak pidana penganiayaan, satu berhasil diungkap dan satu lainnya dalam penyelidikan.
Secara umum, pengamanan mudik lebaran dengan operasi ketupat candi 2019 di wilayah hukum Polres Pati berlangsung lancar, baik kemacetan maupun kecelakaan lalulintas yang menonjol.

Kapolres Pati AKBP Jon Wesly Arianto saat diwawancara Jumat pagi (7/6/2019) mengatakan, pelaksanaan operasi ketupat candi 2019 berjalan sesuai harapan masyarakat. Jalur lalulintas di pantura timur lancar, termasuk kasus-kasus menonjol berhasil diminimalkan. “Karena kita menerapkan beberapa pola pengamanan, dengan menurunkan personil yang kita bagi ke lima zona, untuk mengamankan di titik atau tempat-tempat yang dianggap rawan untuk mencegah tindak pidana atau kejahatan,” ujarnya.
Kapolres Pati menambahkan, dengan penerapan pola pengamanan sistem zona efektif untuk mengantisipasi kerawanan-kerawanan aksi tawur antar kelompok pemuda, maupun tindak pidana sehingga aparat keamanan yang melibatkan sejumlah instansi terkait mampu menjaga situasi di Kabupaten Pati tetap kondusif. “Dengan pola pengamanan yang kita terapkan ada juga kejadian di Sukolilo Alhamdulillah untuk pelakunya sudah kita tangkap dan kita amankan. Sedang untuk kasus di Desa Guyangan Kecamatan Trangkil itu terjadi setelah pelaksanaan takbiran. Dimana sekelompok pemuda yang sedang duduk dan nongkrong-nongkrong karena selisih paham, karena ada warga Desa Kertomulyo mengacungkan tangan sehingga terjadi perkelahian dan kasus itu masih dalam penyelidikan dan pelakunya telah diketahui identitasnya,” jelasnya.
Kapolres Pati AKBP Jon Wesly Arianto mengatakan, akibat perkelahian di Desa Guyangan Kecamatan Trangkil seorang meninggal dunia, tiga orang dirawat di rumah sakit karena mengalami luka berat, dan seorang lainnya rawat jalan. Sedang tindak penganiayaan di Dukuh Krasak Desa Kedungwinong Kecamatan Sukolilo mengakibatkan seorang luka terkena sabetan parang. Kurang dari 24 jam polisi berhasil menangkap pelaku penganiayaa berinisial MIS (20 tahun) warga setempat di rumahnya beserta barang bukti yang digunakan.(pas-gus)

0
0
0
s2sdefault
Joomla templates by a4joomla