Arus Balik di Jalur Pantura Pati Meningkat Hingga Tujuh Hari Pascalebaran

101fm, Pati Kota - Arus mudik selama H-7 hingga H Idul Fitri lalu jalur pantura timur Kudus - Pati - Rembang cenderung sepi, justru pada arus balik hingga hari ke tujuh lebaran terjadi peningkatan. Namun untuk kasus kecelakaan lalulintas mudik balik turun.
Volume arus balik yang melintas di jalur utama Pantura Pati lebih banyak dibanding arus mudik pada tujuh hari sebelum lebaran hingga enam hari lebaran. Lonjakan arus balik itu karena pemudik banyak yang memilih melewati jalur pantura Pati dari pada melintasi jalur tengah via tol.

Diwawancara terkait evaluasi sementara Operasi Ketupat Candi 2019 di wilayah Pati, Selasa (11/6/2019), Kapolres Pati AKBP Jon Wesly Arianto diwakili Kasat Lantas Polres Pati AKP Chritian Crisye Lolowang mengatakan, pada hari ke tujuh lebaran arus lalulintas cenderung meningkat. Itu terlihat di pusat-pusat kuliner Pati di sepanjang pantura timur Pati banyak yang dipadati pemudik untuk beristirahat dan makan. "Arus lalulintas untuk mudik memang sangat lengang sekali. karena kemungkinan prediksi dari kami banyak pemudik yang menggunakan jalur tengah sebab banyak tol lintas Jawa yang dibuka. Sehingga jalur pantura Pati sangat lengang, kita melihat beberapa rest area minim dengan pemudik. Namun arus balik justru meningkat, ini di beberapa titik tempat kuliner sangat ramai," tuturnya.
AKP Christian Crisye Lolowang menambahkan, lonjakan kendaraan berplat nomor luar daerah lebih banyak melaju dari arah timur menuju barat atau daerah arah Surabaya menuju Jakarta.
Sedang untuk kasus kecelakaan lalulintas selama operasi ketupat candi diakuinya meningkat, hanya saja kecelakaan lebih banyak didominasi jalur jalur provinsi penghubung antar kabupaten dan antar kecamatan. "Kalau tahun lalu terjadi dua kasus kecelakaan di jalan nasional jalur pantura timur wilayah Kabupaten Pati namun kecelakaan pada selama operasi ketupat candi 2019 hanya terjadi satu kasus kecelakaan," terangnya.
Kasat Lantas Polres Pati AKP Christiwan Crisye Lolowang mengatakan, pada tahun ini total kecelaakan lalulintas ada sembilan kasus, satu diantaranya yang terjadi di jalur utama pantura. Sedang sisanya terjadi di jalur lalulintas yang bukan jalur utama mudik dan balik lebaran 2019.(pas-gus)

0
0
0
s2sdefault
Joomla templates by a4joomla