Kirab Larung Sesaji Meriahkan Lomban Kupatan Tayu

101fm, Pati Tayu - Delapan hari usai lebaran, warga Desa Sambiroto Kecamatan Tayu menyelenggarakan lomban kupatan. Iring-iringan kirab warga dari balai desa hingga ke tempat pelelangan ikan (TPI) menandai tradisi tahun tersebut.
Ribuan masyarakat di Tayu berjajar di sepanjang jalan yang dilintasi iring-iringan kirab larung sesaji (kepala dan kaki kerbau) serta kepala, kaki dan buntut kambing dari Balai Desa Sambiroto menuju TPI yang berjarak sekitar tiga kilometer.

Menurut Kades Sambiroto Sulistiono, penyelenggaraan lomban kupatan tersebut untuk melestarikan warisan tradisi masyarakat secara turun temurun. "Lomban Tayu ini merupakan peninggalan leluhur kita sekitar tahun 1950an. Pada waktu dulu, setiap habis lebaran terus satu minggu ke depannya itu Wedono dan punggawanya lombanan di sungai Tayu. Yang dimaksud lombanan itu perahunan kalau sekarang 'refreshing' terus diabadikan sampai sekarang," jelasnya.
Sulistiono mengatakan sebenarnya lombanan itu milik masyarakat Tayu daerah lain itu hanya meniru saja. Di setiap penyelenggaraan lomban kupatan itu, Pemerintah Desa bersama masyarakatnya mengirab sesaji berupa kepala dan kaki kerbau serta kepala kaki dan buntut kambing untuk dilarung ke laut. "Sesajinya tidak saja kepala dan kaki kerbau ini dilarung di muara, terus kepala, kaki dan ekornya serta ayam putih mulus di larung di sebelah Jembatan Tayu," ujarnya.
Kades Sambiroto Kecamatan Tayu Sulistiono mengatakan, biaya penyelenggaraan lomban kupatan senilai lima puluh juta rupiah tersebut sepenuhnya dari iur Pemdes dan masyarakat.
Wakil Bupati Saiful Arifin yang memberangkatkan ikut serta jalan kaki kirab larung sesaji dari Balai Desa Sambiroto hingga ke TPI Sambiroto.(pas-gus)

0
0
0
s2sdefault
Joomla templates by a4joomla