Cetak
Dilihat: 127

101fm, Pati Kota –Dinas Pertanian (Duspertan) Kabupaten Pati mendesak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana untuk mengalirkan air dari Sungai Logung. Ini untuk mengantisipasi potensi kerugian petani akibat lahan pertaniannya akibat kekeringan.

Seluas tiga ribu lima ratusan hektar lahan pertanian di wilayah Kabupaten saat ini berpotensi terlanda kekeringan. Untuk itu Dinas Pertanian (Dispertan) Pati mendesak BBWS segera menggelontorkan air dari Sungai Logung untuk irigasi. Karena sumber air dari sumur-sumur dangkal asin dan tidak dapat digunakan untuk irigasi sawah-sawah pertanian.
Saat diwawancara Kepala Dispertan Pati Muhtar Effendi mengatakan, pihaknya kini sedang berupaya menyelamatkan sejumlah lahan pertanian yang berpotensi terlanda kekeringan. Dispertan juga mendesak agar Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali – Juwana menggelontorkan air dari Sungai Logung untuk mengatasi kekeringan. “Mendesak BBWS untuk secara prioritas ini mengalirkan airnya ke Jambean Kidul sudah dialirkan, cuman dalam penggelontoran itu melalui sejumlah desa. Mudah-mudahan ini bisa mengaliri lahan-lahan yang ada di Jambean, Wuwur, Karaban ini yang juta diprioritaskan BBWS untuk mendapat suplai air. Karena kedungombo sudah ditutup kemudian Waduk Sekoromo dan Waduk Gunungrowo juga ditutup karena debitnya turun dan kurang memenuhi syarat sehingga salah satunya dari Logung,” tuturnya.
Muhtar Effendi mengatakan, kekeringan itu berdampak petani merugi terutama dari bibit, pupuk dan biaya pemeliharaan sekitar Rp 6juta per hektar atau senilai Rp 2,6 milyar dari luasan lahan yang kekeringan. “Tapi potensinya kalau memang tidak diselamatkan sekitar Rp 13 milyar dengan asumsi Rp 30 juta per hektarnya. Ini merupakan menyelamatkan lahan-lahan yang potensial kekeringan. Kalau debit Logung itu dari P3A Silugonggo sudah koordinasi dan sudah ada solusi meski itu belum penuh. Harapannya BBWS itu dapat mendapatkan prioritas. Untuk menggunakan air sumur dangkalpun sudah tidak bisa, karena airnya asin,” jelasnya.
Kepala Dispertan Pati Muhtar Effendi mengtakan berdasar pemantauan lahan pertanian yang berpotensi kekeringan diantaranya di Desa Jimbaran, Jambean Kidul Kecamatan Margorejo, Desa Wuwur Kecamatan Gabus sebagian wilayah Kecamatan Kayen, Batangan, Sukolilo, Winong, Jaken, Jakenan dan Kecamatan Pucakwangi.(pas-gus)

0
0
0
s2sdefault
powered by social2s