Cetak
Dilihat: 125

101fm, Pati Kota – Ribuan keris atau tosan aji dari enam puluh daerah di Indonesia ditampilkan pada Pameran dan Bursa “Gugah Keris Pati” yang digelar di Gedoeng Joeang Pati, 2 – 4 Agustus 2019. Dari penyelenggaraan itu diharapkan masyarakat tahu budaya Indonesia.
Sejumlah kegiatan diselenggarakan pada peringatan Hari Jadi ke 696 Pati, salah satunya pameran dan bursa tosan aji bertajuk ‘Gugah Keris Pati’ 2019 di Gedoeng Joeang selama dua hari, dari 2 – 4 Agustus 2019.

Usai membuka kegiatan tersebut, Bupati Haryanto berharap kegiatan pameran dan bursa itu masyarakat akan tahu dan mengerti keris (tosan aji) sebagai budaya adiluhung leluhur yang diakui UNESCO. “Karena hangan dikira keris ini, bila memilik dianggap syirik, sebab berbeda penggunaanya. Oleh karena itu kalau masyarakat itu memahami sebuah besi tapi memiliki manfaat khodam yang sekiranya itu cocok secara tidak kasat,” ujar Bupati Pati.
Haryanto merespon positif penyelenggaraan pameran dan bursa itu, karena berbagai jenis keris yang dipamerkan juga manfaatnya. Ada sebagian keris-keris itu asli buatan leluhur atau pusaka kuno, disamping adanya yang tiruan. “Paling tidak mengenal bagaimana pamor keris itu. Misalnya keris eambut pinutungnmaksudnya pamor keris itu seperti ada potongan rambut, keris kuluk kanigoro bagaimana? Orang tang tidak tahu anggapannya besar. Itu jimat, bisa kelihatan bisa tidak kelihatan. Saya meski tidak tahu banyak tapi benda-benda bertuah itu memiliki nilai magis yang luar biasa,” katanya.
Bupati Pati Haryanto mengatakan penyelenggaraan pameran dan bursa tosan aji itu rangkaian kegiatan peringatan Hari Jadi ke 696 Pati, dan HUT ke 74 RI.(pas-gus)

0
0
0
s2sdefault
powered by social2s