Cetak
Dilihat: 228

101fm, Pati Kota – Budidaya peternakan di Kabupaten Pati mampu berkontribusi terhadap populasi hewan ternak di Jawa Tengah. Namun dari budidaya penyediaan bibit masih dibawah enam kabupaten lain. Untuk itu Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Provinsi Jawa Tengah terus mendorong Kabupaten Pati meningkatkan potensi seperti ternak sapi potong lokal dan peranakan ongol maupun Kambing peranakan etawa kaligesing untuk penetapan wilayah sumber bibit dan daya genetik hewan.

Populasi hewan ternak di Jawa Tengah sejumlah hampir 1,8 juta ekor, sekitar 170ribu ekor atau 6,12 % diantaranya tersebar di Kabupaten Pati. Sementara kantong-kantong ternak masih berada di Kabupaten Grobogan, Blora, Wonogiri, Rembang, Jepara dan Kabupaten Kebumen.
Diwawancara usai menyaksikan lomba dan ekspo ternak di Lapangan Hutan Kota Kalidoro Pati, Sabtu pagi (3/8/2019), Kepala Sub Bagian Program Sekretariat Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah Agus Sucipto, S.Pt., M.Si. mengatakan, pihaknya mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan Pemkab Pati dalam upaya mendorong masyarakatnya untuk budidaya ternak hewan. “Penyelenggaraan event seperti ini membanggakan dan ini perlu dilestarikan setiap tahun event-event seperti ini perlu diselenggarakan. Permasalahan event seperti ini ada tiga hal. Selain bentuk apresiasi pemerintah kepada masyarakat terutama kepada peternak yang selama ini beternak. Serta sebagai fungsi edukasi karena event seperti ini banyak dikunjungi masyarakat. Ini juga sebagai motivasi untuk mendorong minat masyarakat untuk melakukan kegiatan beternak hewan,” katanya.
Wacana pemerintah untuk mengembangkan dan melestarikan ternak lokal, dengan pendekatan kewilayahan sumber bibit, kata Agus Sucipto harus mampu disikapi pemerintah daerah (kabupaten/kota) seperti halnya Kabupaten Pati. Pemerintah daerah dapat menggerakan program yang sinergi antar subsektor sehingga wilayah atau kawasan dapat didorong dalam pengelolaan populasi dan produktivitas ternak dapat ditingkatkan. “Sapi-sapi ongol yang kita kenal selama ini, adalah sapi lokal yang memiliki karakteristik unggulan tahan pada situasi lingkungan dan pakan yang seadanya. Tapi bila dibandingkan dengan sapi-sapi eksotik itu membutuhkan perawatan dan pakan yang lebih baik dan berkualitas,” ujarnya.
Kepala Sub Bagian Program Sekretariat Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah Agus Sucipto, S.Pt., M.Si mengatakan, saat ini Mentan RI telah menetapkan Kabupaten Brebes, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Banjarnegara, dan Kabupaten Banyumas sebagai daerah atau wilayah sumber bibit ternak lokal.(pas-gus)

0
0
0
s2sdefault
powered by social2s