Kontribusi Budaya Pati Jadi Acuan Wujudkan Persatuan Indonesia

101fm, Pati Kota – Kontribusi budaya yang berkembang di Kabupaten Pati selama ini, dapat menjadi role model (panutan) bagi Indonesia dalam mewujudkan persatuan. Sehingga Kemendikbud RI merespon untuk menyelenggarakan seminar nasional bertajuk pelestarian kebudayaan Indonesia di Kabupaten Pati, Minggu kemarin (4/8/2019).
Kabupaten Pati merupakan daerah yang telah merespon perumusan pokok-pokok pikiran kebudayaan daerah. Oleh karena kontribusi kearifan lokal yang ada di Pati ini sangat diperlukan untuk menjadi panutan (role model) dalam mewujukan persatuan Indonesia.

Pada Seminar Nasional Pelestarian Kebudayaan Indonesia di Pendopo Kabupaten Pati, Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Kemendikbud RI dr Nadjamuddin Ramly mengatakan, seperti kabupaten/kota di Jawa, Pati memiliki kekhasan budaya seperti halnya ‘wayang klithik’ yang hampir punah dan harus dilestarikan. “Makanya tadi saya katakan kalau boleh sekampung setiap kelurahan ada festivalnya yang diikuti dusun dan segala macam. Atau RT, RW dan lingkungan. Dari situ kita naikan jadi festival budaya tingkat Kabupaten Pati. Nah distu akan dapat kita lihat kebudayaan yang hampir punah terjadi kaderisasi, terjadi lagi regenerasi. Kalau tidak ada lagi putus dan punah,” Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Kemendikbud RI.
Menurut Nadjamudin Ramly, rumusan pokok-pokok pikiran kebudayaan dari kabupaten/kota yang salah satunya sudah direspon Kabupaten Pati akan menjadi referensi dan panduan perumusan strategi kebudayaan Indonesia. Ini dilakukan karena hingga sekarang ribuan kebudayaan di Indonesia punah akibat tidak adanya penopang kaderisasi dan tidak ada lagi warga yang memainkan. “Karena kalau dulu itu kongres budaya itu parade pembicara sekarang kita minta rumusan pikiran-pikiran kebudayaan dari bawah sehingga perumus kebudayaan di Jakarta yang terpilih sembilan orang melihat di mana kearifan lokal dan budaya dari seluruh kabupaten/kota di Indonesia mengusulkan pokok-pokok pikiran kebudayaan daerahnya,” jelas Nadjamudin Ramly.
Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Kemendikbud RI dr Nadjamudin Ramly berharap pemangku kebijakan dan masyarakat harus memperhatikan sepuluh obyek pemajuan kebudayaan Indonesia. Seperti literasi lisan, manuskrip, ritus, seni, bahasa, adat istiadat, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, olahraga tradisional dan permainan rakyat.
Seminar Nasional sehari 'Pemajuan Kebudayaan Kabupaten Pati Berkontribusi memperkuat Persatuan Indonesia itu diikuti seratus peserta dari unsur guru seni budaya, Pengurus Dewan Kesenian Daerah, Pengurus Pepadi, FKPP dan seniman.(pas-gus)

0
0
0
s2sdefault
Joomla templates by a4joomla