Cetak
Dilihat: 200

101fm, Pati Jaken – Menjelang Idul Adha, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati memantau ternak-ternak (sapi dan kambing) qurban di sejumlah pasar hewan. Pemantuan itu untuk memastikan kelayakan ternak sebelum disembelih untuk qurban, terutama dari sisi kesehatannya.
Pemantauan kesehatan ternak yang akan dijadikan hewan qurban itu, salah satunya dilakukan di Pasar Hewan Desa Sumberejo Kecamatan Jaken pada Selasa (6/8/2019). Pemantuan melibatkan para dokter hewan Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertanak) Kabupaten Pati.

Di sela-sela pemantauannya Kepala Dispertanak Ir Muhtar Effendi mengatakan, pemantauan kesehatan hewan itu sebagai persiapan pelaksanaan qurban pada Idul Adha. “Kita memeriksa kaitannya dengan kesehatan hewan dari fisik sapi baik kulit, mata kelamin rerata tidak ada penyakitnya. Kita juga memantau populasi hewan ternak yang selama ini Pati memasok kebutuhan ke DKI, Jawa Barat dan daerah-daerah sekitarnya. Kita sekilas juga memantau harga memang ada kenaikan tapi masih wajar,” tuturnya.
Kepala Dispertanak Muhtar Effendi mengatakan, pemantauan juga akan dilakukannya dengan melibatkan tim-tim di setiap kecamatan dengan melibatkan dokter hewan untuk mengecek dan memastikan daging hewan yang telah disembelih layak dikonsumsi.
Hal senada disampaikan Wakil Bupati (Wabup) Saiful Arifin (Safin). Selain memantau kesehatan juga harga jual hewan qurban di pasaran. Diakuinya, kenaikkan harga hewan qurban jelang Idul Adha berkisar antara satu juta rupiah hingga dua juta rupiah. “Ini memang pemantauan dari dinas terkait dan saya mengikuti pemantuan untuk kesehatan dan perkembangan harga juga. Memang ada kenaikan sedikit karena kondisinya sekarang menjelang Idul Adha (lebaran haji) pasarannya cukup baik.” Kata Wabup Saiful Arifin (Safin).
Dengan adanya pemantauan sejak awal terhadap hewan quran (sapi, kerbau dan kambing), masyarakat akan merasa nyaman saat mengonsumsi daging-daging qurban.(pas-gus)

0
0
0
s2sdefault
powered by social2s