Cetak
Dilihat: 108

101fm, Pati Kota – Kasus stunting atau tertanggunya pertumbuhan anak di Kabupaten Pati dalam setahun terakhir ini meningkat 18,5 persen. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Pati melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) melibatkan dokter spesialis anak dan dokter spesialis gizi untuk mengintervensi untuk menurunkan prevalensi kasus stunting.
Upaya menurunkan atau mengurangi kasus stunting membutuhkan proses jangka panjang. Sejak 2018 hingga 2019 ini kasus anak stunting di Kabupaten Pati semakin bertambah.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati dr Edi Siswanto mengatakan, kasus stunting terjadi karena ketidaktahuan ibu dalam memberikan kecukupan asupan gizi pada anaknya. “Sebab untuk bayi itu gizinya tinggi 200 kalori/Kg. kalau dia memberikan makanan orang dewasa yang dilembutkan itu rerata 30 – 40 kalori/Kg itu yang terjadi penurunan,” tutur dr Edi Siswanto.
Edi Siswanto menambahkan, kasus stunting ini terjadi merata di Kabupaten Pati dan Pemerintah Kabupaten Pati kini mulai mengintervensi gizi dengan melibatkan dokter spesialis anak dan dokter spesialis gizi klinik. Intervensi gizi itu dilakukan kepada bayi berusia nil hingga seribu hari kehidupan pertama. “Kita juga telah memberitahu kader dan bidan untuk intervensi khusus, untuk daerah yang banyak stuntingnya akan menempatkan fidding centre untuk menjangkau bayi-bayi stunting dan kita akan belanjakan dan buatkan menu yang sesuai dengan standart. Diharapkan dengan pemberian itu secara intensif mereka juga akan diberikan seperti itu,” jelasnya.
Kepala Dinkes Pati dr Edi Siswanto menjelaskan, intervensi yang dilakukan pada usia lebih dari seribu hari kehidupan pertama, hasilnya kurang maksimal, kecuali terjadi keterlambatan kecerdasan tinggi dan berat badan masih bisa diperbaiki.(pas-gus)

0
0
0
s2sdefault
powered by social2s