Cetak
Dilihat: 77

101fm, Pati Kota – Daging ayam broiller dari peternak di Pati banyak memenuhi permintaan konsumen di sejumlah daerah di Indonesia. Terutama dikirim ke Jakarta dengan rerata per hari antara seratus hingga dua ratus ton daging ayam broiller.
Kebutuhan masyarakat akan daging ayam masih tinggi. Untuk itu masyarakat Pati didorong untuk beternak ayam broiler dan bermitra dengan perusahaan-perusahaan. Populasi hewan ternak khususnya ayam broiller di Kabupaten Pati mencapai 25 juta hingga 30 juta ekor per tahun.

Menjawab pertanyaan radio PAS Pati, Wakil Bupati Pati Saiful Arifin mengatakan, populasi ayam broiller di Pati menjadi perhatian nasional karena pertumbuhannya luar biasa. Untuk itu, dia mendorong masyarakat Pati untuk beternak ayam dan bermitra dengan perusahaan. “Peternak kemitraan ini ada baiknya. Karena saat harganya turun seperti beberapa pekan lalu hingga jatuh lima ribu rupiah per Kg ini mereka akan tetap merasakan untungnya dan yang goyah perusahaannya. Tapi peternaknya dijaga dengan baik, karena perusahaan sudah kontrak dengan harga tujuh belas ribu rupiah per Kg,” katanya.
Saiful Arifin mengatakan, tingkat produktifitas ayam broiller di Kabupaten Pati setiap tahunnya mampu mencapai tiga puluh juta ekor, yang terbagi dalam enam siklus. Dengan produktifitas ini, kata Wakil Bupati benar-benar menggerakan perekonomian. “Selama ini ayam-ayam broiller dari Pati ini sebagian besar untuk memenuhi kebutuhan hampir di seluruh Indonesia, terutama ke Bogor, Jakarta, bahkan untuk memenuhi permintaan di wilayah sendiri maupun Jawa Tengah,” jelasnya.
Wakil Bupati Pati Saiful Arifin mengatakan, untuk pemenuhan kebutuhan daging ayam baik dalam maupun luar daerah, sekarang ini sudah beroperasi rumah pemotongan unggas (RPU), dengan kapasitas pemotongan antara empat puluh ribu hingga lima puluh ribu ekor per hari yang dikemas untuk dikirim ke Bali dan Jakarta. Khusus untuk Jakarta kebutuhan per hari mencapai dua ribu ton.(pas-gus)

0
0
0
s2sdefault
powered by social2s