Cetak
Dilihat: 153

101fm, Pati Sukolilo – Para petani jagung di Pati kawasan selatan kini mulai kekurangan air untuk irigasi tanamannya. Untuk dapat memanen jagung-jagungnya, para petani rela merogoh uang tambahan untuk menyewa pompa air bagi tanamannya.
Musim kemarau pajang belakangan ini, mengharuskan petani di Desa Baturejo Kecamatan Sukolilo untuk mengantisipasi kekurangan air tanaman tanaman jagungnya. Apalagi kondisi ini sudah dua bulan dirasakan petani.

Menurut seorang petani bernama Jumadi, masa panen tanaman jagung ini tinggal satu bulan lagi, untuk itu petani harus berusaha mendapatkan pasokan air, meskipun harus mengeluarkan biaya tambahan. Mengingat masa tanaman jagung yang baru berjalan dua bulan ini merupakan proses pengisian, sehingga sangat membutuhkan air.
“Biaya sebesar empat ratus ribu ini ,hanya mampu mengairi tanaman jagung seluas satu hektar.jika hal ini tidak dilakoni maka tanaman jagung tersebut, tidak bisa tumbuh maksimal,” jelasnya.
Hal senada juga diungkapkan Persatuan Petani Pemakai Air (P3A) Sucipto. Menurut Sucipto kondisi sekarang ini memang banyak petani yang sangat membutuhkan pasokan air. Namun karena keterbatasan air, pihaknya akan melakukan pembagian pemakaian air secara merata.
“Perlu diketahuai, untuk menghindari biaya tambahan dan menghemat ongkos, pola tanam secara serempak menjadi pertimbangan penting bagi petani, sehingga jika pada musim kemarau para petani sudah bisa memanen tanamannya,” katanya.
Petani jagung di Desa Baturejo Kecamatan Sukolilo juga berharap ada pasokan air melalui sungai Juwana, sehingga petani bisa kembali mengairi ladangnya secara maksimal.(pas-gus)

0
0
0
s2sdefault
powered by social2s