Cetak
Dilihat: 239

101fm, Pati Kota – Ratusan warga saling berebut gunungan, makanan dan sandang pada perayaan Hari Ulambana di Klentheng Kok Tik Bio Pati, Minggu siang kemarin (18/8/2019). Setelah gong ditabuh menandai selesainya sembahyangan leluhur dan pintu depan klentheng dibuka, warga berdesakan untuk bisa masuk dan merebut sandang pangan yang ada di lima gunungan maupun yang di gantung.
Ratusan warga berhamburan memasuki halaman Klentheng Hok Tik Bio Pati, setelah pemukulan gong menandai selesainya sembahyang leluhur yang dipimpin seorang juru kunci (Thang Ki). Warga saling berebut mendapatkan hasil bumi yang ada di lima gunungan dan sandang pangan yang digantung.

Ketua Umum Klentheng Hok Tik Bio Pati Eddy Siswanto mengatakan, rebutan sebagai replika bahwa kemakmuran masyarakat di Pati yang masih berusaha untuk mendapatkannya melalui perjuangan. Sedang sembahyang ulambana merupakan sarana umat Budha untuk mendoakan seluruh arwah, serta permohonan keselamatan dan keberkahan kepada Tuhan. “Di Klentheng Hok Tik Bio Pati setiap tahunnya pasti menyelenggarakan ritual ulambana. Kita mendoakan para leluhur/pahlawan yang kebetulan tahun ini masih dalam suasana 17 Agustus. Kita mendoakan pahlawan yang telah gugur,” ujar Ketua Umum Klentheng Hok Tik Bio Pati.
Eddy Siswanto mengatakan, dalam kesempatan itu seluruh umat Budha yang mengikuti sembahyang Ulambana bersama, juga mendoakan mendiang Presiden RI ke 4 KH Abdurahman Wahid (Gus Dur). “Kita juga mendoakan Guru Besar Bangsa Indonesia KH Maimun Zubaier, semoga mendapatkan tempat yang lebih indah di alam baka,” ujarnya.
Ketua Umum Klentheng Hok Tik Bio Pati Eddy Siswanto mengatakan, setelah rangkaian ritual ulambana dan rebutan gunungan hasil bumi, serta sandang pangan hingga simbol-simbol kemakmuran, seperti kendi berisi air, dan makanan atau kuliner local. Pihaknya bersama IKKP, Kodim 0718 dan Polres Pati membagikan beras kepada kaum dhuafa.(pas-gus)

0
0
0
s2sdefault
powered by social2s