Bawaslu Kabupaten Pati Wacanakan Kampung Anti Money Politic dan Kampung Pengawasan Partisipatif

101fm, Pati Kota – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pati mewacanakan proyek percontohan pembentukan kampung anti money politic dan kampung pengawasan partisipatif. Ini dilakukan karena money politic (politik uang) yang selama ini terjadi, disinyalir merusak sendi-sendi demokrasi.
Usai Pemilu Serentak, pekerjaan Bawaslu Kabupaten Pati sesuai tugas pokok fungs sebagai pengawas pemilu tak sesibuk sebelumnya. Sementara pemilu-pemilu hingga berakhirnya masa jabatan Bawaslu Kabupaten Pati tidak ada lagi. Untuk mengisi kesibukannya itu, Bawaslu akan melakukan kegiatan seperti sosialisasi, publikasi, maupun riset atau penelitian terkait pengawasan kepemiluan.

“Untuk sosialisasi kita ada wacana pembentukan ‘Kampung Pengawasan’. Jadi untuk untuk menarik simpati publik dalam pengawasan harus ada pengawas partisipatif. Maka kita akan membuat yang namanya ‘Kampung Pengawasan’,” demikian Komisioner Bawaslu Kabupaten Pati Achwan, saat konferensi pers Pelaksanaan Pengawasan Pemilu 2019, Jumat siang (30/8/2019).
Selain itu Bawaslu, kata Achwan, juga akan membentuk ‘Kampung Anti Money Politic’ untuk menyuarakan praktik money politic merusak marwah demokrasi. Di kampung anti money politic itu nantinya, Bawaslu akan memahamkan masyarakat soal money politic yang merusak demokrasi. “Karena dengan money politic ini, pemimpin yang mereka pilih yang memiliki uang bukan karena visi misinya, komitmennya sebagai wakil rakyat,” jelasnya. Komisioner Bawaslu Kabupaten Pati Achwan juga akan berkonsultasi dengan Bawaslu RI meminta petunjuk teknis terkait dengan pembentukan pengawasan partisipatif di lembaga kepramukaan Adyaksa Pemilu.(pas-gus)

0
0
0
s2sdefault
Joomla templates by a4joomla