Dinkes Pati Berharap Melalui Posbindu PTM Terdeteksi Lebih Dini

101fm, Pati Kota – Sejak awal 2019 ini Dinas Kesehatan Kabupaten Pati meluncurkan program deteksi dini penyakit tidak menular (PTM) dengan pemberdayaan Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu). Ini untuk mencegah merebaknya penyakit tidak menular yang berdampak menghambat pertumbuhan perekonomian dan tingkat kesehatan masyarakat.
Penyakit tiidak menular (PTM) merupakan hal yang penting karena beban besar yang ditimbulkannya. Diantaranya, jika prevalensi PTM meningkat, bisa menjadi ancaman serius dalam pembangunan.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati dr Edy Siswanto MM, Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) merupakan kegiatan pendeteksian dini terhadap penyakit-penyakit tidak menular yang terintegrasi. Seperti serangan jantung, diabetes, penyakit paru-paru, dan kanker. “Posbindu ini untuk kegiatan usia produktif. Ini usaha kita agar usia produktif kesehatannya optimal,” katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Pati mengaku, memang baru sebagian desa di Kabupaten Pati atau sekitar 220 desa yang telah mengaktifkan Posbindunya. Program ini berbeda dengan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) yang dikhususkan untuk anak-anak dan lansia. Sedang Posbindu untuk usia produktif antara 15 hingga 60 tahun. “Jadi ini adalah untuk supaya angkatan muda itu bisa melakukan kegiatan secara optimal. Jadi kita itu ada kegiatan yang cerdik dengan test kesehatan anda secara berkala, enyahkan asap rokok, rajin aktivitas fisik, diet yang sehat dengan kalori yang seimbang, istirahat yang cukup, dan kelola stress,” ujar dr Edy Siswanto.
Pengaktifan Posbindu yang juga dilakukan secara nasional, kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati dr Edy Siswanto, karena beberapa penyakit tidak menular seperti jantung, paru-paru dan diabetes itu meningkat. Sehingga melalui deteksi dini di Posbindu, ketiga jenis penyakit tidak menular itu dapat dikelola sejak dini pula.(pas-gus)

0
0
0
s2sdefault
Joomla templates by a4joomla