Kades Srikaton Maafkan Pemohonan Perwakilan Keluarga Leles

101fm, Pati Jakenan – Perwakilan keluarga terdakwa pencurian kayu Leles menyampaikan permohonan maaf kepada Kades Srikaton di balai desa setempat, Kamis siang (5/9/2019). Permintaan maaf dari perwakilan keluarga itu sekaligus sebagai upaya, agar dalam putusan hukuman terhadap terdakwa pelaku tindak pidana pencurian kayu.
Permohonan maaf keluarga Leles terdakwa pencurian kayu diwakili Sudarko dan Sutardi kepada Kades Srikaton Endah Dwi Winarni difasilitasi Camat Jakenan Supat disaksikan perangkat desa setempat. Hanya saja permintaan maaf perwakilan keluarga Leles dan pemberian maaf Kades Srikaton Kecamatan Jakenan Endah Dwi Winarni masih sebatas ungkapan secara lisan.

Sudarko selaku perwakilan keluarga Leles mengatakan, sebenarnya kedua belah pihak sudah pernah saling memaafkan pada sidang di Pengadilan Negeri Pati. Seandainya permintaan maaf ini dilakukan waktu dulu, tidak sampai ke ranah hukum. Dan permohonan maaf ini, harapannya menjadi pertimbangan majelis hakim untuk meringankan hukuman terhadap terdakwa Leles. “Kami dalam hal ini mewakili keluarga Leles dan warga yang lain mohon maaf kepada Bu Inggi (Kades). Kalau mungkin kedua belah pihak sudah sepakat berarti kami anggap rampung, meski kasus di persidangan tetap berjalan,” katanya.
Koordinator perwakilan keluarga Leles, Sudarko berharap, pasca permohonan maaf dan putusan hukuman akan dijatuhkan majelis hakim tidak ada masalah lagi, dan kehidupan di desa lebih tentram dan kondusif.
Kades Srikaton kecamatan Jakenan Endah Dwi Winarni mengatakan, sebagai orang yang dituakan di desa dari awal permasalahan itu terjadi sudah memaafkan dan menginginkan dialog yang saling membangun menyikapi perkara pencurian yang kini sedang berproses di Pengadilan Negeri Pati. “Kalau sejak dari awal sudah ada maaf, otomatif tidak akan pernah terjadi seperti ini. Kalau pemberian maaf saya secara tertulis untuk Leles bisa meringankan hukuman di pengadilan nanti, saya akan memberikannya. Karena bagaimana pun dia itu anak saya. Sedang untuk masalah hukum kita tidak bisa intervensi hukum, karena sudah diserahkan ke pengadilan dan biar nanti pengadilan yang memutuskan,” ujarnya.
Camat Jakenan Supat mengatakan, fasilitasi yang dilakukannya itu atas perintah dan petunjuk Bupati Pati Haryanto agar permasalahan itu diselesaikan secara kekeluargaan. Dan setelah kedua belah pihak secara pribadi sudah saling memaafkan. “Untuk langkah-langkah selanjutnya nanti biar ada surat resmi dari pihak keluarga dan Kades secara tertulis, karena terdakwa Leles masih ada di LP dan belum bisa menandatangani permohonan maaf yang disepakati,” katanya.
Camat Jakenan Supat berharap permasalahan itu cepat selesai, dan berita-berita di media sosial tidak lagi terjadi saling menyalahkan.(pas-gus)

0
0
0
s2sdefault
Joomla templates by a4joomla