Panwas Pati Akan Edukasi Pengawasan Partisipatif

101fm, Pati Kota – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pati akan menggelorakan pengawasan partisipatif dan mengikis jargon-jargon yang disinyalir dapat merusak demokrasi. Ini sebagai upaya edukasi masyarakat untuk meminimalkan pelanggaran yang terjadi pada saat pemilu, termasuk politik uang (money politic).
Dari pemilu ke pemilu yang berlangsung sekarang ini, masih sering terjadi pelanggaran dengan kategori beragam. Seperti pelanggaran administrasi alat peraga kampanye, maupun pelanggaran tindak pidana pemilu. Keterbatasan personil dalam pengawasan di lapangan, mengharuskan Bawaslu untuk mengedukasi masyarakat dalam pengawasan partisipatif.

“Seperti bentuknya, bagaimana masyarakat diedukasi bagaimana cara-cara melaporkan, bagaimana masyarakat mengetahui perselisihan pemilu seperti apa. Apa saja yang bisa dilaporkan. Ini sebelum masyarakat tahu kita edukasi. Karena pengalaman yang lalu, sosialisasi berjalan tapi tidak maksimal,” demikian Ketua Bawaslu Kabupaten Pati Achmadi kepada radio PAS, Jumat (6/9/2019).
Materi-materi edukasi pengawasan partisipatif itu, kata Achmadi akan disampaikan setelah wacana kampung pengawasan benar-benar terwujud.
Terkait politik uang (money politic), kata Komisioner Bawaslu Kabupaten Pati Koordinator Divisi Organisasi dan SDM Karto, pihaknya berharap masyarakat semakin sadar untuk anti politik uang. Karena cara-cara meraih suara dengan money politic sejatinya akan merusak sendi-sendi demokrasi yang sedang dibangun. “Kami menggelorakan hal itu, karena agama apapun melarang. Sehingga itu yang akan kita gelorakan kepada masyarakat agar tercuci otaknya bahwa duit itu kata Sekjen Bawaslu RI upayakan kalau duit money politic itu haram dan saya jijik melihatnya,” kata Karto.
Bawaslu Kabupaten Pati berharap sosialisasi melalui kampung pengawasan dan kampung anti money politic yang masih diwacanakan itu, nantinya dapat terbangun demokrasi yang berwibawa.(pas-gus)

0
0
0
s2sdefault
Joomla templates by a4joomla