Petani Kedelai Meratap di Saat Panen, Digempur Kedelai Impor

101fm, Pati Kayen – Petani kedelai lokal di Pati menjerit, akibat anjloknya harga di pasaran. Mereka lebih sengsara lagi, harga kedelai impor yang juga ikut turun harganya saat musim panen seperti sekarang ini.
Saat ini petani kedelai di Pati ibarat berduka, karena tidak dapat menikmati hasil panennya. Pasalnya, harga kedelai sekarang ini jauh dari modal awal yang telah mereka keluarkan.

Ketua Kelompok Petani Kedelai Desa Trimulyo Kecamatan Kayen Sucipto mengatakan, selain penyerapan hasil panen yang tidak maksimal, harga kedelai sekarang jauh dari harapan petani ini. Belum lagi gempuran harga kedelai impor ikut-ikutan turun. “Harga kedelai untuk tahun ini terpuruk untuk saat sekarang. Karena harga jual kedelai dari tingkat petani itu berkisar antara Rp 6200 hingga Rp 6300. Padahal biaya untuk operasionalnya per hektarnya pada kisaran Rp 7juta /hektar. Kalau kita jual hasil panen hanya sekitar 1,1 ton sampai 1,7 ton per hektar, artinya kami mengalami kerugian tidak membuahkan hasil yang sepadan dengan ongkos yang telah kami keluarkan,” ujarnya.
Sucipto didampingi sejumlah petani anggota kelompoknya berharap pemerintah dapat menyerap hasil panen petani kedelai. Belum lagi dengan kedelai impor yang harganya ikut turun, berdampak kedelai hasil panen petani tidak laku. Sehingga petani merelakan hasil panennya dihutangkan kepada pemasok serta pengrajin tahu dan tempe. Karena para pengrajin tahu dan tempe juga memakai kedelai impor yang harganya lebih murah dari kedelai lokal meski mutu dan kandungan proteinnya lebih baik. “Kami memang mencoba mengimbangi dengan kedelai lokal tapi nyatanya pengrajin tahu dan tempe menghendaki menggunakan kedelai impor. Padahal menurut cerita pengrajin tahu dan tempe kedelai lokal lebih baik ketimbang kedelai import bahkan lebih bagus rendemennya,” ujarnya.
Ketua Kelompok Tani Kedelai Desa Trimulyo Kecamatan Kayen Sucipto berharap, harga kedelai lokal hasil budidayanya minimal berkisar antara Rp 7ribu hingga Rp 7500 per Kg. Dengan kisaran harga itu, sudah imbang dengan biaya yang selama ini dikeluarkan dari mulai tanam hingga panen.(pas-gus)

0
0
0
s2sdefault
Joomla templates by a4joomla