Ratusan Alumnus Hadiri Temu Alumni Nasional Salafiyah Kajen

101fm, Pati Margoyoso – Ratusan alumnus dari seluruh penjuru tanah air, menghadiri Temu Alumni Nasional IV di Yayasan Salafiyah Kajen Kecamatan Margoyoso, Minggu (8/9/2019). Turut hadir dalam Temu Alumni Nasional itu, Legislator DPR RI. Temu alumni nasional ini diselenggarakan setiap empat tahun sekali.
Temu Alumni Nasional Yayasan Salafiyah Desa Kajen Kecamatan Margoyoso berlangsung di halaman MA Salafiyah Kajen. Selain utnuk mempererat silahturahmi antar alumnus, kegiatan itu juga untuk membangun sinergi positif para alumni.

Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni Salafiyah (Iklas) Syaiful Bahri Ansori mengatakan, kegiatan ini diselenggarakan agar para alumni dapat menyumbangkan pikiran untuk madrasah. Dikataknya, kegiatan ini juga sebagai salah satu bentuk wahana untuk menggiatkan para alumni agar lebih mencintai almamaternya. “Saya berharap untuk para alumnus untuk mengaktualisasi ilmu dan lebih berguna di masyarakat. Santri itu bukan hanya potensial tetapi perlu dikemas lebih baik lagi,” tutur seorang anggota DPR RI.
Syaiful Bahri mengatakan santri yang menjadi tokoh nasional sudah banyak hendaknya dapat bersaing dengan yang lain. “Tokoh-tokoh yang lahir dari kalangan santri juga banyak, seperti Gus Dur, Nurcholis Madjid, dan Muhaimin Iskandar. Lulusan sini (Salafiyah,Red) juga harus bisa demikian,” jelas alumni asal Jember ini.
Alumni tertua pada reuni akbar tahun ini KH Dzikron Abdullah bercerita dulu Salafiyah adalah madrasah yang kecil. Akan tetapi sekarang perkembangannya sangat pesat. “Saya itu angkatan 63-an. Waktu itu madrasah ini masih kecil. Satu kelas itu memakai sarungan semua. Di sini full mengaji kitab kuningnya besar-besar dan hafalan juga banyak. Sekarang ini perkembangannya luar biasa baik. Di sini sudah lengkap dan saya sangat bangga,” jelas kyaijuga merupakan pengasuh pesantren Addaenuriyah 2 Semarang ini.
Kyai Dzikron menyebut kelebihan yang masih diistimewakan di Salafiyah adalah lebih mengkaji pembelajaran dan memperdalam agama Islam. “Yang terpenting untuk diingat para santri di Yayasan Salafiyah Kajen mempelajari kitab kuning, dan belajar lebih tentang agama,” kata KH Dzikron Abdullah.(pas-gus)

0
0
0
s2sdefault
Joomla templates by a4joomla