RSUD Kayen Baksos Air Bersih ke Desa Terdampak Kekeringan

101fm, Pati Kayen – Hampir seratusan desa di Kabupaten Pati mengalami krisis air bersih akibat kemarau panjang. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya, warga terdampak membeli air atau menunggu penyaluran dan pengiriman air bersih dari pihak-pihak yang peduli. Seperti halnya, para Aparatur Sipil Negara (ASN) di RSUD Kayen bergerak untuk membantu air bersih dengan menggandeng PMI dalam penyalurannya.

Musim kemarau panjang yang menurut prakiraan BMKG Semarang akan berakhir hingga akhir Oktober 2019, berdampak hampir ratusan desa di Kabupaten Pati krisis air bersih. Desa-desa terdampak krisis air bersih pun, hanya mengandalkan bantuan.
Direktur RSUD Kayen dr Aviani Tritanti Venusia mengatakan, bakti sosial berupa bantuan air bersih dari seluruh ASN di rumah sakit milik Pemkab Pati ini menyasar warga Desa Pasuruhan, Desa Boloagung, dan Desa Srikaton Kecamatan Kayen. “Ini merupakan wujud solidaritas kami terhadap masalah-masalah yang terjadi di Kecamatan Kayen yang mana beberapa desa sudah mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Semoga ini menjadi awal yang baik untuk lebih meningkatkan kepedulian kami kepada masyarakat yang membutuhkan terutama di wilayah Kecamatan Kayen dan sekitarnya,” ujarnya.
Direktur RSUD Kayen dr Aviani Tritanti Venusia menambahkan, bantuan sebanyak enam tangki berkapasitas lima ribu liter itu hasil iur sukarela dadakan seluruh ASN.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pati Sanusi Siswoyo menyatakan hingga sekarang ini Pemkab Pati telah menyalurkan bantuan 85 tangki air bersih kepada 34 desa terdampak kemarau baik yang bersumber dari APBD Kabupaten Pati dan APBD Provinsi Jawa Tengah. Dia juga berharap partisipasi perusahaan-perusahaan dengan CSR-nya membantu desa-desa krisis air bersih. Berdasar pendataan BPBD Kabupaten Pati, ada delapan puluh delapan yang tersebar di sepuluh kecamatan yang mengalami krisis air bersih, yang sebagian besar berada di Pati kawasan selatan.(pas-gus)

0
0
0
s2sdefault
Joomla templates by a4joomla