Cetak
Dilihat: 472

Pati – Masyarakat Kabupaten Pati harus bijak menyikapi dan meredam provokasi krisis kemanusiaan Rohingya di Myanmar. Karena penyikapan  terhadap konflik yang berlatar belakang itu, menjadi ranah Pemerintah Pusat. Krisis dan konflik kemanusiaan yang terjadi di Myanmar belakangan ini, mengundang perhatian masyarakat dunia, tanpa terkecuali warga masyarakat Kabupaten Pati. Meski mengundang reaksi beragam dari masyarakat, Pemkab Pati meminta masyarakatnya lebih bijak menyikapi persoalan tersebut.

“Semestinya antar umat ini, tidak perlu terjadi. Tapi, saya menghimbau masyarakat kami, terutama yang muslim untuk tidak usah ikut-ikutan. Karena hal itu terjadi di negara lain, biar nanti yang menyikapi negara,” demikian Bupati Pati, Haryanto, saat dimintai himbauannya, usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Pati, Senin siang (4/9).
Bupati Haryanto juga berharap, warga lebih banyak meredam komentar-komentarnya soal krisis kemanusiaan tersebut, yang justru nantinya dapat menimbulkan keresahan di masyarakat.  Serta lebih selektif terhadap informasi yang sengaja disebarkan oknum tak bertanggungjawab, untuk mengadu-domba.
“Oleh karena itu, kepada masyarakat muslim di Kabupaten Pati, jangan sampai diadu-domba terkait dengan kondisi semacam itu (krisis kemanusiaan Rohingya di Myanmar). Karena kita sendiri belum tahun kenyataan kondisi yang sebenarnya,” kata Haryanto.  
Terkait dengan krisis kemanusiaan yang terjadi di Rakhine, Myanmar, masyarakat mulai melakukan aksi solidaritas, pengumpulan dana untuk membantu  orang-orang Rohingya. Seperti yang dilakukan sejumlah organisasi masyarakat.(•)

0
0
0
s2sdefault
powered by social2s