Dispertan Pati Tetap Berupaya Melaporkan Keluhan Petani Kedelai

101fm, Pati Kota – Dinas Pertanian (Dipertan) Kabupaten Pati berupaya untuk membantu keluhan petani kedelai soal turunnya harga jual. Bahkan berkoordinasi dengan pemerintah daerah tetangga, untuk membantu memasarkan hasil panen kedelai. Harga jual kedelai di pasaran sekarang ini berkisar Rp6300 hingga Rp6500, dinilai merugikan petani. Harga itu belum memenuhi ekspektasi petani minimal paling tidak Rp7000.

Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dispertan Pati Kun Saptono mengatakan, kondisi seperti ini sudah sering pihaknya sampaikan ke Direktorat Aneka Kacang dan Umbi (Akabi) Kementerian Pertanian RI, untuk dibantu pemasaran. “Ya itu sudah direspon termasuk kita disampaikan kepada Pak Kadispertan Grobogan. Dia juga menanyakan ada berapa dan di mana itu dia bantu. Ini saya belum cek lagi sampai sekarang ini masih ada stok atau belum coba nanti diverifikasi lagi di dekat lapangan mungkin ke Kecamatan Kayen. Ini tetap kami laporkan karena regulasi harga bukan ada di kami,” ujarnya.
Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dipertan Pati menambahkan, memang selama ini terjadi disparitas yang signifikan antara harga kacang hijau dengan kedelai. Harga per Kg kacang hijau mampu menembus Rp13 ribu, sementara harga kedelai bertahan pada harga Rp6000. “Suatu saat petani akan ingin budidaya yang kacang hijau saja. Jadi nanti tolong teman-teman media bisa memberikan apa statement kondisi riil di lapangan sehingga ini jadi masukan kepada pihak-pihak stakeholder,” katanya.
Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dispertan Pati Kun Saptono mengaku, pihaknya sudah berupaya memberikan yang terbaik bagi petani kedelai minimal nanti harganya bisa seperti yang diharapkan diatas Rp7000/Kg. Sehingga petani kedelai akan tetap eksis budidaya kedelai.(pas-gus)

0
0
0
s2sdefault
Joomla templates by a4joomla