Puluhan Hektar Tanaman Padi Terancam Puso

Pati – Petani kini mulai merasakan dampak langsung, musim kemarau yang hingga sekarang masih berlangsung. Ada puluhan hektar tanaman padi di persawahan yang kini terancam puso, akibat kekurangan air irigasi dan terserang organisme pengganggu tanaman (OPT), terutama di wilayah kawasan Pati selatan.  Areal tanaman padi yang terancam puso itu, yang tersebar di beberapa desa di Kecamatan Kayen, sekitar 36 hektar. 12 hektar murni kekeringan karena kekurangan pasokan air irigasi yang semakin berkurang, dan 24 hektar lainnya karena terserang organisma (hama) pengganggu tanaman (OPT).

“Untuk yang yang mengalami kekeringan atau gagal panen tersebut, kerugian petani akan diganti oleh pihak asuransi,” demikian Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Peternakan dan Perkebunan (Dispertanakbun),  Muhtar Effendi, saat di wawancara radio PAS usai mengikuti rapat  paripurna DPRD, Selasa (5/9).
Tanaman padi yang terancam puso, tutur Mukhtar Effendi, masih berumur satu bulan, sehingga beban kerugian petani, sedikit. Dan pemberian asuransi akan meringankan para petani. Untuk mengurangi luasan areal tanaman padi yang terancam puso, Pemerintah Kabupaten Pati berharap ada gelontoran  air dari Waduk Kedung Ombo.
“Sebisa mungkin dalam waktu minggu-minggu ini, tidak sampai 15 september seperti yang dijadwalkan.  Kami juga akan mengupayakan kesedian air, dengan cara menyedot air dari sungai yang sudah mulai dangkal. Saat ini, pihaknya sudah mengupayakan agar waduk kedung ombo bisa membuka air waduk. Sebab, saat ini waduk kedung ombo juga masih ada perbaikan,” tuturnya.
Untuk  persawahan padi di kawasan Pati utara, kata Kepala Dispertanakbun Kabupaten Pati Mukhtar Effendi, masih aman karena masih ada pasokan air.(•)

0
0
0
s2sdefault
Joomla templates by a4joomla