Cetak
Dilihat: 1178

Pati – Rancangan total nilai penyertaan modal Pemkab Pati ke dalam PDAM Tirta Bening Pati berupa tanah, dan Perusda BPR Kecamatan Tayu, mencapai lebih dari 9,05 milyar rupiah. Besaran nilai tersebut, tertuang dalam rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang masih dalam pembahasan persetujuan antara DPRD dan Pemerintah.

Penyertaan modal seperti tertuang dalam raperda yang masih dalam pembahasan di DPRD itu, agar kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dapat meningkat dan menggerakan perekonomian daerah.
“Penyertaan modal ke dalam PDAM Tirta Bening Pati itu, sekarang sudah ditempati. Kemudian ditaksir nilainya oleh auditor independent, sehingga menjadi penyertaan modal,” demikian Bupati Pati Haryanto, usai menyampaikan penjelasan terhadap penyampaian raperda penyertaan modal ke dalam PDAM Tirta Bening, dan Perusda BPR Kecamatan Tayu, pada rapat paripurna DPRD Pati, Senin (4/9).
Berdasarkan penilaian aset tanah oleh tim independent, tutur Bupati Haryanto, nilai aset tanah yang ditempati PDAM Tirta Bening Pati, mencapai lebih dari 8,916 milyar rupiah.
Sedang penyertaan modal ke dalam Perusahaan Daerah Badan Kredit Kecamatan (PD BKK) Tayu, dalam rangka konsolidasi atau penggabungan PD BKK se Jawa Tengah, menjadi Perusahaan Perseroan Daerah (Perseroda) BPR BKK Jawa Tengah.
“Penyertaan modal di BKK Tayu itu untuk memenuhi penyertaan modal secara keseluruhan se-Jawa Tengah. Kabupaten Pati mendapat alokasi tambah modal disetor senilai 134,333 juta rupiah. Dengan aset itu kita akan mendapatkan deviden sebagai PAD, “ tutur Haryanto.
Dalam kepemilihan saham di Perusahaan Perseroan Daerah (Perseroda) BPR BKK Jawa Tengah ini, 51% Pemprov Jawa Tengah, sedang 49%  milik 29 Pemkab/Pemkot.  Sesuai Perda Pemprov Jawa Tengah No.4/2017, proporsi modal dasar ditetapkan 924,84 milyar rupiah.(•)

0
0
0
s2smodern
powered by social2s