Mandor SPBU Luka Bakar Saat Periksa Volume BBM

101fm, Pati Wedarijaksa – Seorang mandor tempat pengisian BBM di wilayah Kecamatan Wedarijaksa menderita luka bakar. Ini terjadi akibat alat ukur yang ada ditanganya mengenai jaringan listrik saat memeriksa volume BBM diatas truk tangki Pertamina. Sehingga cairan yang mudah terbakar itu berkobar dan sempat menjilat tubuh korban yang terpental jatuh.
Peristiwa itu terjadi saat truk Pertamina E-9798-YA hendak mendistribusikan BBM ke SPBU 44.491.34 milik Hartatik warga Desa Raci Kecamatan Batangan di Desa Margorejo Kecamatan Wedarijaksa, Senin petang (30/9/2019). Korban luka bakar akibat sengatan listrik disertai jilatan dan kobaran api itu, mandor SPBU stempat Khoirul Mustakim berusia 24 tahun warga Desa Brati Kecamatan Kayen.

Menurut Fajar Jayusman warga Desa Bumiayu Kecamatan Wedarijaksa, kejadiannya truk pengangkut BBM Pertamina hendak mendistribuksikan di SPBU tersebut. Kebetulan saat terjadi sopir dan kernet truk tangki BBM itu sedang mandi, menunggu menunggu pengukuran volume oleh mandor SPBU Khoirul Mustakim selesai. “Mengukurnya itu kan pakai gibs stik (batangan besi panjang). Karena kebetulan mobil tangkinya dibawah kabel listrik. Sehingga mandor itu tidak sadar kalau besi untuk mengukur volume BBM itu menyentuh mengenai kabel jaringan listrik sehingga mengalirkan percikan api. Sekejab mandor itu jatuh dengan tubuh terbakar,” tuturnya.
Kobaran api dibagian belakang truk tanki yang sempat menyala berhasil dipadamkan berkat kesigapan pekerja SPBU dan warga dibantu petugas unit pemadam kebakaran.
Kaporles Pati AKBP Jon Wesly Arianto diwakili Kapolsek Wedarijaksa AKP Teguh Heri Rusianto mengatakan, dalam kejadian itu mandor SPBU Khoirul Mustakim mengalami luka bakar mulai dari bagian dada, perut, kedua tangan serta kaki kiri bagian depan. “Yang jelas ini kesalahan dari mandor sendiri. Karena waktu mengecek volume BBM menggunakan stik dari logam itu diangkat ke atas kena kabel jaringan listrik tegangan tinggi. Terus ada hubungan arus pendek, kemudian mandor bersangkutan terpental, timbul api dan sempat kita padamkan,” ujar AKP Teguh Heri Rusianto.
Kapolsek Wedarijaksa AKP Teguh Heri Rusianto mengatakan, atas kejadian itu pihak pemilik SPBU bertanggungjawab terhadap biaya pengobatan korban sepenuhnya yang hingga kini masih dalam perawatan di RS Fatabiq Pati.(pas-gus)

0
0
0
s2sdefault
Joomla templates by a4joomla