Ribuan Muslimat NU di Pati Gelar Doa Bersama Untuk Keselamatan Bangsa

101fm, Pati Margorejo – Ribuan muslimat NU dari pelosok Kabupaten Pati menggelar istighotsah (doa bersama) dan gema sholawat untuk keselamatan bangsa dan Negara Indonesia. Doa bersama dan gema sholawat yang dipimpin Habib Ali Zaenal Abidin bin Habib Husaien Assegaf dari Semarang itu berlangsung di gedung IPHI Pati, Sabtu (5/10/2019).
Berbeda dengan tahun sebelumnya, istighotsah dan gema sholawat memperingati tahun baru Muharrom dan kedatangan haji Muslimat NU Kabupaten Pati itu dihadiri lebih dari tujuh ribu orang. Kegiatan untuk memohonan ketenangan dan ketentraman bagi bangsa dan Negara Indonesia itu diawali dengan tahfidul quran bil ghoib dua puluh satu khataman dari empat cabang Muslimat NU di Kabupaten Pati.

“Dilanjutkan dengan bersholawat bersama Habib Ali Husain b Assegaf dari Semarang yang didalamnya ada kegiatan sosial bantuan yatama perwakilan dari 21 anak cabang ada di Kabupaten Pati. Tetapi setiap 10 Asyuro, muslimat NU di hari baktinya memberikan santunan yatim yang bergerak di seluruh ranting di Kabupaten Pati menurut laporan yang kami terima sekitar tiga milyar rupiah kepada yatama dan dhuafa,” demikian Wakil Ketua Muslimat NU Kabupaten Pati Hj Maesaroh saat diwawancara radio PAS Pati.
Wakil Ketua Muslimat NU Kabupaten Pati Maesaroh yang juga anggota DPRD Kabupaten Pati ini mengatakan, memperingati tahun baru Islam (Muharrom), pihaknya juga mengadakan bantuan sosial air bersih, terutama bagi warga terdampak musim kemarau di Kecamatan Jaken, Jakenan, Winong, Pucakwangi, dan Kecamatan Batangan. “Sampai saat ini dropping air bersih masih terus berlangsung dan hujan juga berkunjung dating sehingga kami bergerak lagi dengan kepada Fatayat yang hadir untuk menggalang bantuan air bersih kepada saudara-saudara kita yang kekeringan,” katanya.
Bupati Haryanto saat memberikan sambutannya di hadapan jamaah Muslimat NU berharap istighotsah (doa bersama) dan gema sholawat terus dikumandangkan terlebih untuk mendoakan keselamatan bangsa dan negara. “Kita harus membentengi bangsa dan Negara kita ini dengan doa bersama dan sholawat, agar budaya kita tidak tergerus oleh budaya asing. Apalagi sholawatan bukan lagi keterpaksaan tapi sudah menjadi kebutuhan bagi setiap muslim,” kata Bupati Pati Haryanto.(pas-gus)

0
0
0
s2sdefault
Joomla templates by a4joomla