Ketua Kelompok SPP Tersangka Korupsi di UPK Syech Jangkung Pati

101fm, Pati Kota – Seorang Ketua Kelompok Simpan Pinjam Perempuan (SPP) di salah satu Unit Pengelolaan Kegiatan (UPK) di Pati kini harus berurusan dengan pihak kepolisian setempat. Pasalnya, Ketua Kelompok SPP itu telah mengemplang uang negara yang dikelola UPK untuk penanggulangan kemiskinan di daerah.
Upaya Polres Pati membongkar laporan dugaan tindak pidana korupsi di Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Syech Jangkung Kecamatan Kayen selama setahun, akhirnya membuahkan hasil. Polisi akhirnya menangkap tersangka pelaku penyelewengan dana UPK Syech Jangkung Kecamatan Kayen. Tersangka merupakan Ketua Kelompok Simpan Pinjam Perempuan (SPP) UPK Syech Jangkung, Titik Sholihatin Zumroh. Pelaku berusia 36 tahun warga Desa Trimulyo Kecamatan Kayen.

Kapolres Pati AKBP Jon Wesly Arianto mengatakan, tindakan tersangka ini tidak menyetorkan pembayaran angsuran pinjaman dari anggota kelompoknya ke UPK, sehingga mengakibatkan kerugian keuangan Negara yang dikelola UPK Syech Jangkung Kayen mencapai ratusan juta rupiah. “Hasil penghitungan yang telah kita lakukan, hasil audit itu sebesar kurang lebih 260 juta rupiah kerugian negara yang muncul. Pelaku melakukan penggelapan uang setoran dari kelompoknya yang melakukan pinjaman tapi tidak disetorkan,” kata Kapolres AKBP Jon Wesly Arianto saat gelar perkara di Mapolres Pati, Jumat siang (11/10/2019).
AKBP Jon Wesly Arianto menjelaskan, sekitar Agustus 2014 hingga Januari 2015 tersangka selaku Ketua SPP dengan sepuluh kelompok mengajukan pinjaman ke UPK Syech Jangkung. Pada Juli 2015, Badan Pengawas UPK Syech Jangkung menelusuri adanya kemacetan pembayaran angsuran pinjaman dari anggota kelompok yang diketuai tersangka. Dari hasil itu, diketahui KTP-KTP dari anggota yang telah lunas dipakai kembali oleh tersangka untuk mengajukan pinjaman ke UPK. Tersangka Titik Sholihatin Zumroh menyelewengkan pencairan dana pinjaman dari UPK untuk kepentingan pribadinya. “Modus operandi yang dilakukan tersangka menginventarisir nama atau KTP untuk mengajukan pinjaman ke UPK. Dan setelah cair tidak menyetorkan uang yang seharusnya disetorkan ke UPK,” ujarnya.
Untuk keperluan penyidikan, polisi menyita satu bendel dokumen pengajuan, pencairan dan berita acara penyelesaian masalah pinjaman, serta uang tunai lima puluh juta rupiah.
Kapolres Pati AKBP Jon Wesly Arianto mengatakan, penyidiknya menjerat tersangka kasus tindak pidana korupsi Titik Sholihatin Zumroh sesuai pasal 2 UU RI Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahaan UU Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, dengan ancaman hukuman minimal empat tahun penjara.(pas-gus)

0
0
0
s2sdefault
Joomla templates by a4joomla