Cetak
Dilihat: 1331

Wedarijaksa – Bukan hanya sektor pertanian seperti tanaman padi saja yang kini mengeluhkan kekurangan air untuk irigasi. Para petani di sektor perkebunan juga mengeluhkan hal serupa.  Petani tebu di Desa Suwaduk Kecamatan Wedarijaksa kini mengeluhkan tanamannya yang mulai layu, akibat kekurangan air irigasi. Padahal, tanaman tebu mereka, baru berumur satu bulan jalan. Mereka kawatir,  tanaman tebunya  akan puso, bila tidak ada pasokan air irigasi, atau turun hujan.

Petani tebu Desa Suwaduk, Yasri mengaku, selama ini untuk irigasi  petani lebih banyak mengandalkan glontoran air dari Waduk Gunungrowo. Namun sejak sepekan terakhi ini, volume air dari waduk yang dialirkan ke sungai untuk irigasi tanaman tebu petani, terus menyusut.
“Ini sebetulnya tanaman yang mulai membentuk anakan berumur sekitar 1 bulanan, membutuhkan air. Tapi sejak seminggu ini, air mulai sulit. Kalau kondisi seperti ini terus berlanjut, tanaman tebu bisa mati,” tutur Yasri.
Yasri mengatakan, di Desa Suwaduk ada puluhan hektar tanaman tebu petani.  Dengan kemarau yang masih berlangsung seperti sekarang ini, dan kurangnya pasokan air dari Waduk Gunungrowo, diperkirakan tanaman tebunya akan puso.
“Karena kurang air, tanaman tebu petani disini sudah mulai layu dan kerdil. Jika dalam sepekan ini tidak kunjung hujan, maka tanaman tebu petani di lahan puluhan hektar dipastikan gagal panen,” katanya.
Petani di Desa Suwaduk Kecamatan Wedarijaksa, baik yang menanam padi maupun tebu, kini mulai pasrah dengan keadaan, dan berharap ada pasokan air untuk mengairi atau irigasi tanaman pertanian atau tanaman perkebunan mereka, agar tetap bisa dipanen.(•)

0
0
0
s2smodern
powered by social2s