Harga Kopi Anjlog di Tingkat Terendah, Petani Berinovasi

101fm, Pati Tlogowungu – Sejak beberapa bulan terakhir ini, harga kopi di berbagai daerah anjlog di tingkat terendah. Menghadapi problem harga seperti, petani kopi mulai berinovasi.
Para petani kopi kini muli berinovasi menghadapi problem anjlognya harga kopi di pasaran. Saat ini harga kopi berkisar antara Rp 18ribu hingga Rp20ribu perkilogram. Akibat anjlognya menggerakkan produsen atau petani bertemu membahas rendahnya harga kopi di Bukit Rasamala Desa Gunungsari Kecamatan Tlogowungu.

Menurut Ketua Klaster Kopi Pati Muttaqin, pertemuannya bertajuk ‘Coffe and Talk’ untuk membranding kopi yang ada di Bumi Mina Tani. “Kita (komunitas kopi Pati) memilih mengadakan acara ini di desa. Karena desa adalah hulunya perkebunan kopi,” kata Muttaqin kepada awak media, Selasa (22/10/2019).
Muttaqin menuturkan, komunitas kopi ini mencoba mengedukasi proses pasca panen dan pengelolaan. Terutama mendapatkan biji kopi yang berkualitas sehingga peserta termotivasi untuk berinovasi. Karena hingga sekarang harga biji kopi mengalami penurunan. “Dengan proses pasca panen yang benar, maka harga kopi yang spesial lebih mahal dan petani bisa menjadi penentu harga sendiri,” jelasnya.
Para petani kopi pun berharap melalui pertemuan itu, harga kopi tidak lagi ditentukan oleh tengkulak tapi oleh petani sendiri. Proses natural petik merah yang dilakukan dapat meningkatkan harga kopi mencapai Rp25 ribu perkilogramnya. Sedang untuk harga kopi yang full wash mencapai Rp35 ribu perkilogram.(pas-gus)

0
0
0
s2sdefault
Joomla templates by a4joomla