Siswa SMA/SMK/MA Swasta di Jawa Tengah Bakal Terima Bosda

101fm, Pati Kota – Ratusan ribu siswa SMA/SMK dan MA swasta di Jawa Tengah pada 2020 hingga 2023 bakal menerima Bantuan Operasional Siswa Daerah (Bosda). Bantuan tersebut sebagai implementasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) di masa pemerintahan Ganjar – Yassin.

Sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jawa Tengah di masa pemerintahan Ganjar – Yasin, akan memberikan Bantuan Operasional Siswa Daerah (Bosda). Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan bantuan tersebut untuk para siswa sekolah menengah di bawah naungan Disdik maupun Kementerian Agama, tanpa syarat apapun.
Diwawancara radio PAS Pati di sesi acara Kopi Pagi Rabu (23/10/2019), Anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah Abdul Azis mengatakan, dalam empat tahun ke depan Pemprov Jawa Tengah telah mengalokasikan anggaran untuk siswa sekolah menengah dalam bentuk Bantuan Operasional Siswa Daerah (Bosda). “Kalau kita jumlah total siswa baik itu SMA/SMK maupun SLB swasta 623ribu siswa, sementara yang MA Negeri/Swasta 177ribu jadi total 800ribu siswa di tahun 2020 tentu akan terus berkembang dari sisi jumlah pada tahun-tahun berikutnya 2021 – 2023 diakhir RPJMD Jawa Tengah di masa pemerintahan Ganjar – Yasin ini,” ujar Abdul Azis.
Menurut anggota DPRD Jawa Tengah dari Fraksi PPP Abdul Azis, besar Bosda yang tertuang di RPJMD di tahun 2020 setiap siswanya menerima Rp500ribu, kemudian naik Rp750ribu per siswa di 2021, serta di 2022 dan 2023 setiap siswa sudah menerima Bosda Rp 1juta seperti yang selama ini diterima siswa SMA/SMK Negeri. “Hanya saja problemnya, meskipun RPJMD sudah mengambil keputusan dengan memberikan seperti yang sudah saya sebutkan, per siswa menerima Rp500ribu di 2020, akan tetapi Pemprov pada rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan nota APBD 2020 yang sekarang ini dalam proses pembahasan di Banggar dan di Komisi itu diajukan berbeda dengan sudah diputuskan di RPJMD. Jika dulu tidak membedakan lembaga yang akreditasi, tapi sekarang dimunculkan perbedaan yakni akreditasi C menerima sama dengan RPJMD, akreditasi B Rp250ribu, dan akreditasi A nol rupiah,” kata Politikus PPP.
Anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah Abdul Azis mengatakan, saat ini memang siswa sekolah menengah swasta sudah menikmati Bosda itu hanya nominalnya berkisar Rp150ribu pertahun, sedang yang negeri sudah menerima Rp1juta per siswa(pas-gus)

0
0
0
s2sdefault
Joomla templates by a4joomla