Pembelian BBM Melampaui Batas Tangki Pabrikan Bentuk Pelanggaran

101fm, Pati Margorejo – Belum lama ini aparat kepolisian menangkap mobil carry pick up yang dimodifikasi tangki bahan bakarnya, saat hendak membeli BBM jenis premium di SPBU Plangitan Pati. Diduga mobil itu sedang membeli BBM jenis premium dalam jumlah banyak untuk dijual kembali secara eceran. Cara seperti itu, dinilai melanggar ketentuan baik menyalahi regulasi lalulintas dan angkutan jalan maupun regulasi tentang pendistribusian BBM.
Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) telah berkoordinasi dengan Polres dan Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Kabupaten Pati terkait adanya dugaan pembelian BBM jenis premium untuk dijual kembali ke masyarakat. Oknum masyarakat ini melakukannya dengan memodifikasi tangki bahan bakar mobil mereka, agar dapat membeli premium dalam jumlah hingga empat ratusan liter.

Saat diwawancara radio PAS Pati, Rabu (23/10/2019), Kepala Disdagperin Pati Riyoso didampingi Kabid Perdagangan diwakili Kasi Distribusi dan Informasi Perdagangan pada Disdagperin Pati Suwardi mengimbau, SPBU yang ada di Pati untuk tidak melayani pembelian BBM jenis premium menggunakan jerigen dengan tujuan untuk dijual kembali. “Jadi kami selaku aparat pemerintah tidak serta merta dapat mengawasi setiap saat. Sehingga kami kesulitan untuk mendata dan mengawasi pendistribusian BBM di SPBU. Sebenarnya SPBU sudah tahu modifikasi-modifikasi yang dilakukan oknum masyarakat itu mempunyai tujuan untuk mendapatkan premium untuk dijual kembali,” katanya.
Untuk mengantisipasi hal semacam ini, kata Suwardi perlu ada tindakan tegas dari Pertamina agar pihak SPBU yang ada di Pati memberikan pembatasan dalam setiap pembelian premium maksimal Rp150ribu untuk kendaraan roda empat. Seperti yang dilakukan SPBU Joyokusumo meski dengan aturan yang tidak tersurat. “Tapi sesuai aturan tapi tanki suatu kendaraan itu sudah sesuai ukuran pabrikan. Karena orang yang memodifikasi itu secara langsung melanggar UU Nomor 22 tahun 2019 tentang LLAJ ini yang jadi dasar kepolisian untuk menindak oknum yang sengaja memodifikasi tangki kendaraannya. Termasuk membeli BBM bolak-balik menggunakan sepeda motor yang kemudian dituang ke jerigen atau wadah di tempat lain juga melanggar ketentuan, karena titi akhir serah terima jual beli itu di SPBU,” terang Suwardi.
Kasi Distribusi dan Informasi Perdagangan pada Disdagperin Pati Suwardi mengatakan, konsumen itu mengisi bahan bakar kendaraannya untuk dijual kembali itu melanggar ketentuan yang dipersyaratan dalam pendistribusian BBM.(pas-gus)

0
0
0
s2sdefault
Joomla templates by a4joomla