BPP Harus Jadi Wahana Masalah Pertanian

101fm, Pati Wedarijaksa – Petani harus memaksimalkan fasilitas Balai Penyuluh Pertanian (BPP) untuk memecahkan persoalan pertanian. Seperti halnya BPP Wedarijaksa yang telah dioperasikan dan digunakan para petani, dalam mendukung swasembada pangan di Kabupaten Pati.
Peresmian penggunaan gedung BPP bukan sekadar seremonial saja, tapi setidaknya sarana tersebut dapat dimaksimalkan para petani. Seperti untuk berembug permasalahan yang sedang dihadapi petani. Apalagi di wilayah Kecamatan Wedarijaksa banyak petani yang bercocok tanam komoditas pertanian dan palawija.

“BPP yang baru ini bisa dimanfaatkan petani atau Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) unutk berdiskusi mengajak PPL dan Koordinator PPL.Mengingat potensi di Kecamtan Wedarijaksa ini tak hanya padi ya, tapi ada bawang merah, melon dan semangka harapannya keberadaan BPP bisa meningkatkan Teknologi budidaya pertanian,” demikian Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati Mukthar Efendi, usai peresmian pengoperasian gedung BPP Wedarijaksa, Kamis kemarin (24/10/2019).
Mukhtar Efendi berharap gedung BPP menjadi wadah diskusi semua persolan petani mulai dari teknik budidaya, permodalan hingga pemasaran. Selain itu, menjadi semangat petani sekitar dalam menerapan program-program dan teknologi baru bidang pertanian. “Jadi Wedarijaksa ini merupakan sentra produk pertanian utamanya padi sebagai sumber daya alam, juga hortikultura khususnya bawang merah, melon semangka harapannya keberadaan BPP bisa meningkatkan teknologi budidaya pertanian dan kalau ada permasalahan BPP sebagai ‘Omah Tani’bisa untuk jualan produk-produk olahan dan hasil pertanian,” ujarnya.
Kepala Dispertan Kabupaten Pati Mukhtar Efendi berharap, BPP Wedarijaksa bisa menjadi model panutan dalam teknik budidaya hortikultura dan hydroponic.(pas-gus)

0
0
0
s2sdefault
Joomla templates by a4joomla