Dana Desa Bisa Digunakan Untuk Bangun Infrastruktur Kesehatan

101fm, Pati Tlogowungu – Sejak Pemerintah Pusat mengucurkan bantuan dana desa (DD) hingga ratusan juta rupiah bahkan milyaran rupiah, banyak desa memanfaatkan dana tersebut untuk membangun jalan. Padahal infrastruktur bukan hanya jalan, tapi juga di bidang kesehatan, pendidikan, sosial maupun teknologi informasi.
Banyak desa yang kebingungan saat menerima kucuran bantuan dana desa (DD). Rerata desa-desa memanfaatkan dana dari pemerintah itu untuk membangun infrastruktur berupa jalan. Sementara itu infrastruktur itu banyak ragamnya.

Saat berkunjung ke BUMDes Klinik Pratama Sehat di Desa Tlogorejo Kecamatan Tlogowungu, Senin siang (4/11/2019), Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berharap, desa-desa di Jawa Tengah dapat memanfaatkan dana desa secara kreatif dan inovatif dengan memanfaatkan teknologi informasi. “Maka sering kali yang muncul adalah dana ini akan saya digunakan untuk sesuatu yang menjadi impian dia yang nomor satu biasanya infrastruktur. Maka jalan itu infrastruktur , dan dia lupa kalau infrastruktur itu banyak sekali, infrastruktur pendidikan, infrastruktur kesehatan, infrastruktur teknologi informasi, termasuk infrastruktur sosial,” kata Gubernur Jawa Tengah.
Ganjar Pranowo mengatakan, dana desa tersebut semestinya bisa dimanfaatkan untuk membangun infrastruktur kesehatan. Ini tentu akan seiring dengan program Presiden Jokowi ‘SDM Unggul Indonesia Jaya’. Tentunya ini yang menjadi bidikan desa untuk memperbaiki kesehatan dengan membangun infrastruktur kesehatan seperti BUMDes Klinik Pratama Sehat Tlogorejo Kecamatan Tlogowungu yang dikelola PT Mandiri Berdikari Sejahtera Pati (MBSP). “Kalau hari ini pikirannya membuat klinik ini merupakan pilihan yang cerdas, yang pasti akan banyak orang berobat bila bicara sehat. Jangan sampai orang sakit masuk ke sini, tapi klinik ini akan menjadi agen Pemerintah Kabupaten Pati untuk berkampanye kaitannya hidup bersih hidup sehat dan buang air besar di tempatnya. Tidak di sungai atau di pekarangan kosong. Ini satu sisi mengelola BUMDes dari sejumlah desa dengan visi membangun kesehatan,” kata Ganjar Pranowo.
Gubernur Ganjar Pranowo mengapresiasi langkah kaum millenial dalam mengelola 159 BUMDes dengan sentuhan kreatif dan inovatif dengan mengembangkan bidang usaha lainnya. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga berpesan kepada pengelola BUMDes Klinik Pratama untuk tidak korupsi dan menjaga kualitas dan menularkan ilmunya kepada anak muda lainnya di Indonesia.(pas-gus)

0
0
0
s2sdefault
Joomla templates by a4joomla