Awasi Ribuan Orang Asing, Kanwil Kemenkum HAM Jateng Bentuk Timpora

101fm, Pati Kota – Warga Negara Asing (WNA) yang tinggal di Jawa Tengah mencapai hampir lima ribuan orang. Selain untuk bekerja, ada sebagian dari mereka untuk kunjungan wisata, dan tinggal tetap. Untuk itu, agar efisien dan efektif dalam mengawasi keberadaan WNA itu, Kementerian Hukum dan HAM RI Wilayah Jawa Tengah memandang perlunya membentuk Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) tingkat kecamatan dengan melibatkan unsur TNI/Polri, Kejaksaan dan Pemda.
Keberadaan orang asing di Indonesia harus memberikan manfaat positif yang besar, dan mengurangi dampak negatifnya. Sehingga pemerintah harus mengawasi keberadaan setiap WNA yang tinggal di Indonesia, dengan membentuk Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) hingga ke tingkat kecamatan.

Usai mengukuhkan Timpora tingkat kecamatan se wilayah kerja Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Pati, di Hotel Safin Pati, Rabu (6/11/2019), Kepala Kantor Kementerian Hukum dan HAM Wilayah Jawa Tengah Tarsono mengatakan, pembentukan Timpora hingga ke tingkat kecamatan itu merupakan perintah Undang-Undang Nomo 6 tahun 2011 tentang keimigrasian, dan Kemenkum dan HAM yang bertanggungjawab. “Total untuk orang asing di wilayah Jawa Tengah sejumlah 4.948 orang, untuk di wilayah kerja Kanim Kelas II Non TPI Pati ada 486 orang. Harapannya orang asing di sini aman tentram nyaman dan terawasi dengan baik memberikan manfaat untuk daerah sebaik-baiknya apa lagi orang asing yang bekerja investasi. Mereka pasti akan melaporkan ke saya bila ada kegiatan,” ujarnya.
Kepala Kantor Kemenkum dan HAM RI wilayah Jawa Tengah Tarsono mengatakan, dari total WNA (orang asing) itu hanya 99 orang diantaranya telah diambil tindakan penegakan hukum. 85 orang melanggar tindakan administrasi keimigrasian, dan 14 orang lainnya dikenai tindakan hukum (projustitia).
Saat dimintai tanggapannya menyoal pembentukan Timpora di wilayahnya Bupati Pati Haryanto menyambut positif karena merasa terbantu dalam pengawasan orang asing tersebut, meski dalam hal ini Pemkab Pati juga sudah melibatkan Komintas Intelejen Daerah (Kominda). “Jadi kita sudah punya lembaga yang namanya Kominda itu namun dengan keberadaan Timpora ini justru terbantu. Dan kita kan tidak boleh apriori kalau orang asing itu meski berbuat yang jelek itu kan nggak. Karena mereka datang ke Indonesia untuk bekerja, ada juga yang menanamkan modalnya, turis dan sebagian juga ada yang berumah tangga,” kata Bupati Pati.
Bupati Pati Haryanto mengaku, dalam pengawasan orang asing yang dilakukan Kominda itu, dari waktu ke waktu pihaknya selau mendapatkan data keberadaan WNA di wilayah Pati.
Timpora tingkat kecamatan yang dikukuhkan Kepala Kantor Kemenkum dan HAM Wilayah Jawa Tengah Tarsono itu, meliputi Kabupaten Blora, Kabupaten Jepara, Kabupaten Pati dan Kabupaten Rembang.(pas-gus)

0
0
0
s2sdefault
Joomla templates by a4joomla