Penerima PBI Tidak Masuk Data Kemiskinan Terpadu, KIS Dinonaktifkan

101fm, Rembang Kota – Pemandangan dihampir seluruh Puskesmas di Pati dalam sepekan terakhir berbeda dengan hari-hari biasanya. Warga yang datang ke Puskesmas terdekat berjubel bukannya datang berobat tapi mereka hendak mengaktifkan Kartu Indonesia Sehat (KIS).
Dalam beberapa hari terakhir ini, sebagian warga Kabupaten Pati pemegang Kartu Indonesia Sehat (KIS) memadati puskesmas-puskesmas. Karena informasi yang mereka terima, bila kartu KIS tidak diguanakan dalam waktu dua tahun akan dinonaktifkan. Sehingga warga berdatangan ke puskesmas untuk mengaktifkan KIS.

Usai Bincang Hangat Seputar JKN KIS bersama awak media di Hotel Pollos Rembang, Jumat (29/11/2019), Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pati Surmiyati kepada PASFM Pati mengatakan, sebenarnya peserta PBI JKN KIS yang dinonaktifkan pada 2019 itu berdasarkan SK Menteri Sosial, karena pemegang KIS tidak masuk dalam data kemiskinan terpadu. “Bagi peserta PBI JKN-KIS yang kartunya dinonaktifkan itu sudah kami sampaikan bekerja sama dengan pemerintah daerah. Dan di sana tentunya, apabila ada peserta yang dinonaktifkan dan masih layak sebagai peserta PBI maka pemda akan menyatakan lagi sebagai peserta PBI yang dibayari pemda. Kemarin sudah dilakukan terutama di Pati, dari enam belas ribu peserta sudah dimasukkan kembali per 1 Oktober 2019 sekitar Sembilan ribu peserta ke dalam PBI APBD Kabupaten Pati,” katanya.
Surmiyati menambahkan, bagi peserta PBI lainnya yang karena ketidaktahuannya itu dapat memeriksakan kepesertaan dirinya di puskesmas atau di Kantor BPJS Kesehatan. Sehingga KIS yang dipegang masyarakat dapat diketahui masih aktif atau nonaktif. “Jadi silahkan kalau mau mengetahui aktif atau tidak bisa di-cek di Puskesmas. Tapi kalau informasi sudah didapatkan kartu sudah dinonaktifkan bekerja sama dengan pemda dan pemdes setempat itu sudah cukup sebetulnya,” ujarnya.
Menyinggung soal tunggakan iur peserta JKN KIS yang mencapai lebih dari Rp 44,675 milyar, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pati Surmiyati untuk memenuhi kewajibannya. Sementara tunggakan maksimal yang harus dibayarkan sebesar 24 bulan.(pas-gus)

0
0
0
s2sdefault
Joomla templates by a4joomla