Disnakertrans Usulkan Regulasi IMTA

101fm, Pati Kota – Selama ini Kabupaten Pati belum memiliki regulasi perizinan mempekerjakan tenaga kerja asing (IMTA). Sementara hingga sekarang, sejumlah perusahaan di Pati telah mempekerjakan tenaga asing di jabatan-jabatan tertentu. Untuk itu, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Pati telah merancang regulasi tersebut.
Terkait tenaga kerja asing yang bekerja di perusahaan-perusahaan di daerah, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 5 tahun 2015 tentang Proses Peralihan Pelayanan Perizinan Penggunaan TKA. Seperti halnya Kabupaten Pati yang hingga sekarang sudah ada belasan tenaga kerja asing bekerja di sejumlah perusahaan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Pati Tri Haryama mengatakan, selain merupakan salah satu upaya meningkatkan pendapatan daerah melalui penerimaan retribusi daerah, regulasi IMTA yang masih dirancangnya itu juga diharapkan mampu memberikan pengawasan langsung kepada tenaga kerja asing yang bekerja di Kabupaten Pati. “Terkait Perda Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA) kebetulan Kabupaten Pati belum punya padahal ini untuk memayungi kalau ada pekerja asing yang ada di Pati,” ujarnya.
Tri Haryama mengatakan, tanpa adanya payung hukum IMTA ini bila ada permasalahan tenaga kerja asing, pihaknya tidak dapat bisa berbuat banyak. Untuk itu pada perubahan APBD 2019 pihaknya telah mengusulkan adanya regulasi yang mengatur tentang izin mempekerjakan tenaga kerja asing. “Sehingga mudah-mudahan di APBD perubahan 2019 saya sudah menganggarkan rancangannya sampai ke naskah akademik nanti persetujuannya pada 2020 kita punya perda tersebut,” katanya.
Kepala Disnakertrans Pati Tri Haryama mengatakan, sementara ini sampai November 2019 ini pekerja asing yang dipekerjakan oleh perusahaan di Pati sejumlah 19 orang di jabatan-jabatan tertentu seperti di Misaja Mitra.(pas-gus)

0
0
0
s2sdefault
Joomla templates by a4joomla