Cetak
Dilihat: 1247

Pati Kota  – Banyaknya koperasi yang bubar dalam sepuluh tahun terakhir, salah satu faktornya karena kemampuan pengelolaan atau menejemen keuangannya yang lemah. Sehingga sekarang ini, Pemerintah dalam melindungi lembaga koperasi mensyaratkan adanya sertifikasi bagi manager koperasi.

Belum lama ini Pemerintah Kabupaten Pati membubarkan limaratusan lebih koperasi bermasalah, dan tidak sehat. Diantaranya tidak melakukan Rapat Anggota Tahunan (RAT), sebagai bentuk pelaporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan koperasi.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pati, Slamet Singgih, kepada radio PAS mengatakan, meski hanya sebagai salah satu persyaratan yang harus dipenuhi lembaga koperasi, sertifikasi bagi pengelola atau manager  koperasi menjadi bagian terpenting.
“Sertifikasi kompetensi memang ada ketentuannya, khususnya bagi manager koperasi. Terutama bagi manager Koperasi Simpan Pinjam harus memiliki kemampuan,” jelasnya.
Menurut Slamet Singgih,  seorang manager koperasi dapat memiliki atau mengantongi sertifikat kemampuan pengelolaan keuangan, setelah  lulus mengikuti uji kompetansi yang diselenggarakan Badan Sertifikasi Nasional (BSN).
“Nah kemampuan itu, manager koperasi dilatih, dan setelah lulus mereka harus mengikuti uji kompetensi dari Badan Sertifikasi Nasional (BSN).  Dinas Koperasi dan UMKM memang telah melakukan uji kompetensi tersebut, kepada manager-manager koperasi, dan mereka harus swadaya dalam pembiayaan sertifikasi tersebut,” tuturnya. Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pati, Slamet Singgi mengatakan,  dari 571 koperasi yang masih bertahan setelah lolos dari pembubaran berdasar rekomendasi Kementerian Koperasi, yang manager keuanganya sudah lulus mengikuti sertifikasi sebanyak 170an orang.(•)

0
0
0
s2sdefault
powered by social2s