Aliansi Remaja Independen Jawa Tengah Gelar Aksi Damai HAKTP

101fm, Pati Kota – Memperingati 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (HAKTP), Aliansi Remaja Independen (ARI) Pati menggelar aksi damai di GOR Pesantenan Pati, Sabtu sore (30/11/2019). Aksi yang mengikutsertakan puluhan remaja tersebut juga untuk memperingati Hari AIDS se-Dunia 2019 itu dilakukan dengan bagi-bagi brosur kepada pengendara yang melintas. 
Lima puluhan remaja dari berbagai organisasi anti kekerasan dan peduli HIV/AIDS di Kabupaten Pati menggelar aksi damai untuk kembali menyuarakan anti kekerasan terhadap perempuan. Diantaranya Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) Rumah Matahari, Sub Sub Recipien (SSR) Fatayat NU, Forum Anak Pati, Forum Genre Pati, Duta Wisata, Saka Wana Bhakti, Saka Bhakti Husada, serta PMR se wilayah I Pati dan Karang Taruna Kabupaten Pati.

“Yang jelas hari ini ada beberapa tuntutan adanya jaminan pendidikan seks bagi para ODHA tentunya, serta pendidikan mengantisipasi terkena HIV. Dan mendorong masyarakat untuk menciptakan ruang aman, dengan tidak menjadikan perempuan sebagai obyek diskriminasi,” demikian Koordinator Aksi Peringatan 16 HAKTP Anang Setiyoko, saat diwawancara radio PAS Pati.
Para remaja yang menyuarakan anti kekerasan dan peduli HIV/AIDS itu juga berharap pemerintah sebagai penanggungjawab tertinggi harus dapat memastikan masyarakat untuk mendapatkan akses komunikasi dan edukasi yang konstrukstif sesuai hak asasi manusia disamping memberikan pelayanan kesehatan yang ramah. Selain itu tuntutan mereka jaminan kesehatan yang dikelola pemerintah maupun sektor non pemerintah, harus menjamin kebutuhan orang yang terinveksi HIV. “Kemudian mendorong keterlibatan masyarakat dalam menanggulangi HIV dengan slogan Stop, Test, Obati dan Pertahankan. Itu poin yang kita suarakan hari ini,” kata Anang.
Koordinator Aksi Peringatan 16 HAKTP di Pati Anang Setiyoko mengatakan, aksi damai tersebut juga sebagai gerakan antisipasi meningkatnya data kekerasan terhadap perempuan, dan HIV di Kabupaten Pati. Khusus untuk HIV ada 1523 temuan warga Pati yang terinfeksi 212 diantaranya meninggal dunia. Sehingga masyarakat harus diedukasi agar tidak menjauhi ODHA-nya tapi penyakitnya. (pas-gus)

0
0
0
s2smodern
Joomla templates by a4joomla