Ribuan Botol Mikol Berbagai Ukuran dan Jenis Dimusnahkan

101fm, Pati Kota – Ribuan botol minuman beralkohol berbagai ukuran dan jenis dimusnahkan. Ini merupakan barang bukti operasi penyakit masyarakat (Pekat) oleh Satgassus Kebo Landoh Polres Pati, yang telah mendapatkan putusan hukum tetap oleh Pengadilan Negeri Pati. Pemusnahan dilakukan pihak Kejaksaan Negeri Pati di depan halaman Kantor Bupati Pati, Selasa pagi (28/1/2020).
Sejumlah delapan ribu botol berbagai jenis dan ukuran dengan kadar alkohol antara 14% hingga 43% dan puluhan liter minuman opolosan dimusnahkan. Kejaksaan Negeri Pati memusnahkan botol-botol minuman beralkohol itu dengan menggunakan Kendaraan penggilas aspal atau stoomwals.

Ketua PD Muhammadiyah Kabupaten Pati Muhammad Asnawi menyatakan, pihaknya mendukung langkah dan kebijakan pemberantasan minuman beralkohol yang dinilainya positif. “Harapan kita hal seperti ini harus dilakukan secara kontinyu. Insya Allah dari berbagai bentuk kemaksiatan apapun itu, kita dari bagian ormas secara terang-terangan dan menolak tegas segala bentuk kemungkaran di semua tempat,” ujar Ketua PD Muhammad Asnawi.
Hal senada juga disampaikan Ketua PC NU Yusuf Hasyim. Orang nomor satu di organisasi nadliyin di Pati itu mengatakan, PC NU salut dengan kerja kepolisian yang telah merazia, dan Kejaksaan Negeri yang telah memusnahkan barang bukti razia berupa ribuan botol minuman beralkohol yang disinyalir menjadi sumber terjadinya kemaksiatan. “Tapi ini tidak cukup sampai disini perlu ditindaklanjuti. Kalau bisa peredaran segala bentuk minuman di Pati 0% alkohol, jadi perdanya perlu diperkuat lagi upayakan hingga nol persen karena ini sumber dari segala sumber kemaksiatan,” tutur Ketua PC NU Kabupaten Pati Yusuf Hasyim.
Sementara Bupati Pati Haryanto didampingi Wakil Bupati Saiful Arifin bersama pejabat Forkompimda lainnya mengatakan, botol-botol minuman beralkohol yang dimusnahkan Kejaksaan Negeri telah memikiki kekuatan hukum tetap dari Pengadilan Negeri Pati. Di mana putusannya menyatakan semua barang bukti hasil operasi pekat tersebut disita untuk dimusnahkan. “Ini sudah disidangkan hasil dari operasi penyakit masyarakat oleh pihak kepolisian, Satpol PP dan Kejaksaan Negeri Pati. Setelah disidangkan kemudian Kejaksaan Negeri melakukan pemusnahan barang bukti itu sesuai putusan Pengadilan Negeri,” kata Bupati Pati Haryanto.
Pemusnahan barang bukti tindak pidana ringan (tipiring) itu, dari enam belas kasus yang telah berkekuatan hukum tetap.(pas-gus)

0
0
0
s2sdefault
Joomla templates by a4joomla