Ormas Merasa Terlecehkan Dengan Keberadaan Tempat Hiburan Malam Karaoke

101fm, Pati Kota - Organisasi-organisasi kemasyarakatan (Ormas) se-Kabupaten Pati berharap pemerintah bersama aparat penegak hukum dapat mengatasi keberadaan tempat hiburan malam karaoke yang masih beroperasi.  Tempat-tempat hiburan ini dipastikan belum berizin kecuali fasilitas di hotel-hotel berbintang. Sejumlah Ormas pun mengaku resah dengan kegiatan tempat-tempat hiburan malam karaoke yang buka secara kucing-kucingan dengan aparat itu.

Usai mengikuti coffe morning di Mapolres Pati, Senin (30/12/2019), Rois Syuriah PC NU Kabupaten Pati KH Aniq Muhammadun berharap aparat penegak hukum bersama pemerintah dapat mengatasi keberadaan karaoke di Pati. "Sebab kita sudah melakukan audensi kira-kira empat kali tapi kenyataanya yang kita lihat setelah audensi itu ada tindakan yang berarti sehingga rasanya ormas-ormas itu terlecehkan oleh mereka-mereka itu. Mungkin itu harapan yang kesekian kalinya untuk permasalahan ini bisa tuntas. Bahwa benar Kapolres ini memiliki integritas yang bagus, dan saya harapkan ," harap Rois Syuriah PC NU Kabupaten Pati KH Aniq Muhammadun.
Menanggapi harapan kyai sepuh pimpinan Ponpes Manbaul Ulum Pakis Tayu itu, Bupati Pati Haryanto mengatakan, pihaknya memang akan menertibkan Perda Kabupaten Pati Nomor 8/2013 itu hanya saja terkendala dampak sosial akhirnya sempat tertunda. Dan semua tempat hiburan karaoke di Pati dipastikan tidak ada yang berizin, karena dianggap bertentangan dengan perda yaitu bertempat kurang dari satu kilometer dari permukiman, tempat ibadah, dan fasilitas pendidikan. "Kalau yang tidak sesuai tetap kita haruskan sesuai aturan. Dan sebagian besar pekerjanya 97% bukan warga Pati, kebanyakan dari luar daerah seperti Bogor, Bandung, Cirebon, Cimahi dan Indramayu," ujar Haryanto.
Bupati Pati Haryanto menegaskan selama ini pihaknya belum pernah memberikan satu pun izin kepada pengusaha tempat hiburan malam.(pas-gus)

0
0
0
s2sdefault
Joomla templates by a4joomla