Firman Soebagyo Dukung Sikap Pemerintah Tolak WNI Eks ISIS Kembali ke Tanah Air

101fm, Pati Kota – Sikap pemerintah menolak kembali WNI eks ISIS ke Indonesia sudah tepat. Karena mereka sudah menanggalkan kewarganegaraannya semata-mata untuk berperang, apalagi sebagian dari mereka sudah ada yang membakar paspornya.
Pernyataan Presiden Jokowi yang menolak WNI eks ISIS kembali ke Indonesia sudah tepat, meski hal tersebut masih dibahas dalam rapat terbatas bersama kementerian dan lembaga terkait lainnya. Anggota DPR RI Komisi IV Firman Soebagyo mendukung sikap pemerintah tersebut.

“Untuk mereka melepaskan sebagai warga negara itu kan jelas diatur dalam ketentuan undang-undang. Oleh karena itu sikap pemerintah dalam instruksi presiden untuk tidak menerima kembali simpatisan ISIS itu sudah sangat tepat. Itu sudah menunjukkan di situlah tanggung jawab dari pada warga negara. Oleh karena itu untuk menjadi warga negara jangan dipermainkan karena itu adalah ‘tumpah darahku’,” demikian anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo, usai membuka Pemantapan Wawasan Kebangsaan dan Sosialisasi Empat Konsensus Bernegara di rumah kediaman Kades Lengkong Kecamatan Batangan Yashadi, Selasa (11/2/2020).
Firman Soebagyo senator asal Desa Kedalon Kecamatan Batangan ini menegaskan, mereka telah kehilangan hak kewarganegaraannya, dengan meninggalkan tanah air hanya untuk bergabung didalam kelompok sparatis. Bahkan saat pemerintah meminta pertimbangan kepada DPRD terhadap pembebasan narapidana yang notabene pemberontak di Papua, Firman Soebagyo menjadi satu-satunya anggota DPR RI yang dengan tegas menyatakan menolak, sebab dia memahami betul hak-hak warga negara sesuai UU Nomor 12 tahun 2006 tentang kewarganegaraan. “Ketika seseorang sudah menanggalkan kewarganegaraanya dan kemudian meninggalkan tanah leluhurnya apalagi itu untuk melawan persatuan dan kesatuan itu tidak layak orang itu diterima kembali,” tuturnya.
Anggota DPR RI Firman Soebagyo berharap melalui pemantapan wawasan kebangsaan dan sosialisasi empat konsensus dasar bernegara, bisa memperkokoh persatuan dan kesatuan serta menyadarkan masyarakat untuk berhati-hati melepaskan atau menanggalkan kewarganegaraan.(pas-gus)

0
0
0
s2smodern
Joomla templates by a4joomla