Sertifikasi Uji Kompetensi Bekal Lulusan SMK Masuk Dunia Industri

101fm, Pati Juwana – Untuk membekali lulusan SMK agar dapat memasuki dunia industry, harus dibekali dengan sertifikat uji kompetensi sesuai dengan keahlian dan keterampilannya. Untuk itu SMK-SMK harus menyelaraskan kurikulumnya dengan dunia industri. Perkembangan industry yang semakin cepat, bahkan memasuki era 4.0 sekolah-sekolah menengah kejuruan harus mengembangkan teknis pembelajaran bagi peserta didiknya.

Diwawancara usai melauching program coding and iot smart school revolusi industri 4.0, di SMK Bhina Tunas Bhakti (BTB) Juwana, Sabtu (4/1/2020), Kabid SMK Disdikbud Provinsi Jawa Tengah DR Hari Wuljanto mengatakan, di pembelajaran sekolah-sekolah kejuruan menengah (SMK) memang peserta didik untuk siapkan untuk bekerja, melanjutkan kejenjang pendidikan yang lebih tinggi, dan wirausaha. Sehingga sekolah harus melakukan penyelarasan kurikulum dengan dunia industry. “Jadi kebutuhan industry apa itu harus disiapkan oleh sekolah, selama ini kesannya sekolah punya kurikulum sendiri, terserah lulus mau pakai atau tidak dipakai. Oleh presiden sekarang ini dibalik, industry butuhnya apa harus diselaraskan, kompetensi-kompetensi yang tidak tidak sesuai dengan industry diupgrade atau diubah dengan kurikulum yang dibutuhkan,” jelasnya.
Selain itu, kata Kabid SMK Disdikbud Jateng ini, sekolah hendaknya menjalin kerja sama dengan industry. Dengan demikian ada program magang bagi guru di industry, ada guru tamu industry di sekolah, dan ada anak-anak bisa praktik di industry. Karena SMK dan dunia industry merupakan kesatuan untuk menanamkan budaya kerja industry kepada anak sejak di bangku sekolah, sehingga anak-anak memiliki kompetensi yang dibutuhkan industry.
“Sekarang itu ada fenomena the end of university, di negara-negara maju, orang atau perusahaan-perusahaan itu tidak membutuhkan ijazah tapi yang dibutuhkan anda bisa apa (kompetensi). Jangan sampai anak kita lulus empat ratus yang diuji kompetensi seratus yang tiga ratus punya ijazah saja ya sama saja. Jadi itu skema yang setidaknya dilakukan antara sekolah dan industry sehingga ketika anak-anak dilepas itu mereka sudah punya bekal,” ujarnya. 
Sertifikat uji kompetensi itu, kata Kabid SMK Disdikbud Provinsi Jawa Tengah Hari Wuljatno merupakan bekal sekaligus senjata bagi setiap lulusan SMK menghadapi tantangan zaman yang baru serta serba cepat.(pas-gus)

0
0
0
s2sdefault
Joomla templates by a4joomla