Jual Obat Daftar G Tanpa Resep, Apotik Bisa Disanksi

Pati – Pemerintah Kabupaten Pati melalui Dinas Kesehatan, mengingatkan seluruh apotik di wilayahnya, untuk mentaati ketentuan dalam menjual obat kepada masyarakat. Melanggar ketentuan yang dipersyaratkan, Pemerintah melalui Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) bisa membekukan ijin praktik apotik bersangkutan.

Dinas Kesehatan Kabupaten Pati mulai mengambil langkah untuk mengantisipasi terulangnya kejadian di Kota Kendari Sulawesi Tenggara. Dimana ada puluhan remaja di kota tersebut mengalami gangguan mental, usai mengkonsumsi obat PCC.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, dr. Edy Sulistiyono, MM mengatakan, peristiwa yang terjadi di Kota Kendari tersebut, karena ulah oknum apotik dan puluhan remaja yang menyalahgunakan obat-obatan yang mestinya harus menggunakan resep dokter.
“Itu kan penyalahgunaan obat. Memang obat itu ada dijual, cuman harus dengan resep dokter. PCC itu kan untuk orang-orang yang mengindap penyakit jiwa. Kalau soal pelarangan itu oleh BPOM, tapi belum ada,” katanya.
dr Edy Sulistiyono MM menambahkan, dalam penggunaan obat-obatan seperti itu, masyarakat seharusnya diberi informasi yang jelas, untuk menghindari penyalahgunaan obat yang diluar aturannya.
“Sebetulnya sudah ada semua aturan-aturan mainya. Pembelinya harus seperti apa, sudah ada. Tapi biasanya pembeli itu suka ngakali juga bisa. Cuma memang seharusnya dengan resep dokter. Nah, untuk obat-obat daftar G atau yang boleh ditebus (dibeli), apotik sudah tahu tanpa resep enggak boleh. Jadi apotik sudah tahu, obat dengan lingkaran merah, hijau atau biru ada semua. Kecuali yang lingkaran merah, memang tidak boleh dijual bebas,” jelasnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati dr Edy Sulistiyono MM menegaskan,  apotik-apotik yang ketahuan menjual bebas obat – obatan yang seharusnya dengan resep dokter, bisa terkena sanksi dari Badan Pengawasan Obat dan Minuman (BPOM). Mulai dari penyitaan obat-obat yang dijual, hingga pembekuan ijin praktik.(•)

0
0
0
s2sdefault
Joomla templates by a4joomla