BP-DAS dan Hutan Lindung Pemali Jratun Bantu Ratusan Ribu Bibit Tanaman

101fm, Pati Margorejo – Badan Pengelolaan Daerah Aliran Suangai dan Hutan Lindung Pemali Jratun memberikan ratusan ribu bibit tanaman kepada Desa Sukobubuk Kecamatan Margorejo. Penanaman bantuan bibit tanaman itu langsung dilakukan oleh petani penggarap lahan hutan setempat, Kamis (9/1/2020).
Bantunan bibit tanaman dari Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Pemali Jratun kepada Desa Sukobubuk Kecamatan Margorejo itu sejumlah 240ribu batang dari Kebun Bibit Rakyat (KBR). Bantuan itu diharapkan dapat membantu petani penggarap lahan hutan.

Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungau BPDAS Rohimah Nugraheni mengatakan, pihaknya memberikan bantuan dan izin pengelolaan lahan hutan itu kepada kelompok yang masih lemah modalnya. Untuk itu, petani penerima bantuan harus mengelola dan menanaman bibit tanam dengan memperhatikan lingkungan.
“Jangan menyalah gunakan izin yang diberikan. Ada 30 persen buah-buahan. Carilah bibit dengan ekonomi tinggi. Dengan itu kesejahteraan masyarakat akan meningkat,” jelasnya.
Dengan tanaman-tanaman itu nantinya akan menumbuhkan mata air, mengendalikan banjir, erosi, dan sedimentasi di sungai. Bantuan itu merupakan awal dari perbaikan lingkungan. Dia juga berharap petani penggarap lahan hutan di Desa Sukobubuk dapat menjadi percontohan dalam pemanfaatan Surat Keputasan (SK) Izin Pemanfaatan Hutan Perhutanan Sosial (IPHPS).
Bupati Pati Haryanto juga turut hadir untuk melakukan penanaman secara simbolis di lahan hutan Sokobubuk mengaku bantuan Kebun Bibit Rakyat (KBR) ini tentunya sangat bermanfaat bagi petani.
Kades Sukobubuk Saman mengaku, pada 2018 lalu Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah menerbitkan Surat Keputusan (SK) terkait Izin Pemanfaatan Hutan Perhutanan Sosial (IPHPS) di kawasan Desa Sokobubuk kepada Kelompok Tani Hutan (KTH). Sebagai tindak lanjut, desa menerima bantuan 240 ribu bibit yang ditanam di lahan seluas 200 hektare.
“Sebenarnya, lahan yang sudah diberikan oleh KLHK adalah 1265 hektar, tetapi karena bibit yang diberikan hahya 240 ribu, maka hanya cukup untuk menanam di lahan 200 hektare. Sementara, bantuan bibit yang didapatkan adalah berupa Sengon 30 ribu batang, alpukat 12 ribu batang, petai 14,500 batang, durian 700 batang, jengkol 700 batang, matoa 700 batang, jambu 700 batang dan nangka 700 batang,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Kehutanan Wilayah II Jawa Tengah Puji Harini menyebut, dengan adanya penanaman tentu dapat menyelamatkan lingkungan sekitar dan nantinya dapat menghindarkan dari bencana alam.(pas-gus)

0
0
0
s2sdefault
Joomla templates by a4joomla