Empat Belas Peserta Ikuti Grand Final Duta GenRe

101fm, Pati Kota – Empat belas peserta mengikuti grand final Duta Generasi Berencana (GenRe) yang diselenggarakan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Disos P3AKB) Pati. Grand final Duta GenRe untuk menentukan wakil Kabupaten Pati maju ke tingkat Provinsi Jawa Tengah itu berlangsung di Hotel Gitrary Perdana Pati, Sabtu (14/3/2020).
Setelah berhasil menyaring empat belas peserta, Disos P3AKB Pati menggelar grand final Duta GenRe. Ini untuk memilih peserta terbaik putra putrid yang nantinya akan mewakili Kabupaten Pati ke tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Ketua Panitia Pemilihan Duta GenRe yang juga Kabid KB Disos P3AKB Pati Cahya Wibawa mengatakan, untuk memilih masuk di grand final peserta harus melampau tahapan demi tahapan. Mulai dari tahap seleksi administrasi, serta seleksi wawancara. “Untuk pemilihan Duta Generasi Berencana (GenRe) melalui beberapa tahap yang pertama sudah kita lakukan yaitu seleksi administrasi yang diikuti 55 peserta. Kemudian kita jarring seleksi tahap kedua yaitu terjaring terjaring 35 peserta yang terdiri dari 25 perempuan dan 10 laki-laki. Selanjutnya untuk mempersiapkan grand final dilaksanakan hari ini kita memilih 14 finaslis yang terdiri dari nanti juara I, I, III, harapan I, II dan III serta juara favorite,” ujarnya.
Cahya Wibawa penilaian seleksi Duta GenRe meliputi penguasaan program delapan fungsi keluarga. Dari program ini, para peserta diharapkan bisa menyebarluarkan program tersebut untuk mendidik anak-anak sebaya, baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan keluarga dan sekitar. “Karena kalau kita didik dengan orang tua kurang terbuka tapi kalau dengan anak sebaya maka mereka akan lebih terbuka dan akan lebih akrab,” ujarnya.
Juri Duta GenRe Kabupaten Pati menyatakan Dinar Rizky Nur Alam (LP3I College Semarang) dan Satriyani Dewi Astuti (SMAN 1 Pati) sebagai juara, dan berhak mewakili Kabupaten Pati ke lomba serupa di tingkat provinsi.
Ketua Panitia Seleksi Duta GenRe Kabupaten Pati Cahya Wibawa mengatakan, program ini juga berkaitan erat dengan penanggulangan stunting karena Pati masuk kabupaten stunting. Ini juga untuk mempersiapkan remaja-remaja di Pati dalam mempersiapkan usia perkawinan, untuk perempuan itu 21 tahun dan 25 tahun untuk laki-laki.(pas-gus)

0
0
0
s2sdefault
Joomla templates by a4joomla