Suspect Covid 19, Dua Warga Pati Jalani Perawatan di Ruang Isolasi

101fm, Pati Kota – Dua warga Kabupaten Pati kini menjalani perawatan di ruang isolasi di dua rumah sakit berbeda. Mereka masuk dalam pasien dalam pantauan (PDP), karena suspect coronavirus desease 2019 (covid-19), sejak beberapa hari lalu.
Kedua warga Pati yang suspect (diduga) terinfeksi corona virus desease (covid19) tersebut saat ini, masing-masing seorang dirawat di ruang isolasi RSUD RAA Soewondo dan RS Fastabiq Sehat. Mereka dalam perawatan intensif, sambil menunggu hasil uji spesimen dari laboratorium di Jakarta. Ini untuk mengetahui kepastian terjangkit covid-19 atau tidak.

Saat konferensi pers di Pendopo Kabupaten Pati, Senin (16/3/2020), Bupati Haryanto menyebut warganya yang suspect covid-19 seorang perempuan yang baru pulang dari umroh yang sekarang diisolasi di RSUD RAA Soewondo, dan seorang pria diisolasi di RS Fastabiq Sehat Pati. “Dan sekarang sudah kita koordinasikan karena kita tidak punya alat pendeteksi yang lengkap. Dan rumah sakit yang menjadi rujukan RSUD Kudus, dan RSUP Karyadi Semarang. RSUD Kudus penuh, dan kita sedang komunikasi intensif dengan RSUP Karyadi Semarang, sekarang pasien diisolasi di rumah sakit dan tidak boleh dijenguk keluarga dan yang menangani petugas,” ujar Bupati.
Bupati Haryanto menambahkan, selain mengisolasi pasien suspect corona virus, Pemkab Pati juga melakukan pemeriksaan kepada keluarganya.
Bupati Pati Haryanto juga menepis berita adanya warga Pati yang meninggal dunia akibat terinfeksi virus corona setelah mengikuti seminar di salah satu hotel di Pati pada 11 – 12 Maret 2020. Bupati menyatakan dengan tegas hal itu tidak ada, demikian halnya TKI yang menjadi anak buah kapal world dream asal Kecamatan Batangan juga dinyatakan bebas dari virus corona. “Jadi kalau tiga orang yang ikut seminar di salah satu hotel itu sudah kita sudah cek, dan ketiga-tiganya hasil pemeriksaannya negative virus corona,” tegas Haryanto.
Dalam upaya pencegahan penyebaran virus corona ini, kata Bupati Haryanto, Pemkab Pati juga membatasi masyarakat yang membesuk di rumah sakit dalam kurun waktu tertentu. Serta membuat edaran penutupan fasilitas umum seperti di halaman stadion Joyokusumo, serta tempat-tempat rekreasi yang merupakan tempat berkumpulnya masa, termasuk menunda sejumlah kegiatan keluar daerah baik untuk studi banding maupun menerima studi banding dari daerah lain, serta meliburkan anak sekolah dari SD hingga SMA selama satu pekan hingga dua pekan.(pas-gus)

0
0
0
s2sdefault
Joomla templates by a4joomla