Desa dan Kelurahan se-Kecamatan Pati Apel Kesiapsiagaan Pencegahan Penyebaran Covid-19

101fm, Pati Kota – Dua puluh empat desa dan lima kelurahan se-Kecamatan Pati mengobarkan gerakan melawan covid-19. Gerakan tersebut diawali menggelar apel kesiapsiagaan pencegahan perkembangan dan penyebaran covid-19 di halaman Kecamatan Pati Kota, Jumat pagi (27/3/2020). Apel itu mengikutsertakan Danramil beserta Babinsa, Kapolsek beserta Babinkamtibmas, kades, dan lurah beserta perangkat/staf, Puskesmas Pati I dan Pati II, serta Camat dan staf Kecamatan Pati Kota.
Kecamatan Pati Kota mulai menggerakan desa dan kelurahan di wilayahnya dalam upaya mendukung pencegahan dan penyebaran covid-19 di Kabupaten Pati. Upaya pencegahan penyebaran corona virus ini dengan memberikan alat penyemprot dan cairan disinfektan yang disediakan Puskesmas.

Camat Pati Kota Didik Rusdiartono mengungkapkan, apel tersebut mengawali dimulainya kegiatan penyemprotan disinfektan secara massal pada fasilitas publik dan perumahan penduduk di wilayah desa dan kelurahan se-Kecamatan Pati untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona (COVID-19). Dengan harapan pemdes dan kelurahan bersama masyarakatnya dapat melakukan penyemprotan secara mandiri, sedang disinfektan sudah disediakan Puskesmas seratus liter per desa/kelurahan. “Karena dalam perkembangannya di perumahan-perumahan meminta disemprot disinfektan, kami menyarankan agar masyarakat melaksanakan penyemprotan secara mandiri dengan membuat cair disinfektan dengan bahan-bahan yang dijual dipasaran,” tuturnya.
Camat Pati Kota Didik Rusdiantono mengungkapkan, pihaknya juga menyikapi adanya laporan seorang santri Ponpes Al Hikam Puri yang sakit. Meski tidak ada gejala klinis infeksi covid-19, kedatagannya ke ponpes itu bersama Danramil Pati Kapt Inf Yahudi, Kapolsek IPTu Sahlan, dan Kepala Puskesmas Pati I Sumarlan, juga dimanfaatkan untuk menyosialisasikan fokus pemerintah dalam upaya percepatan penanggulangan dan memutus mata rantai covid-19.
Pengasuh Ponpes Al Hikam Puri, KH Abdullah Munib Lc mengungkapkan, tidak seperti pondok-pondok pesantren lainnya yang memulangkan para santrinya, ponpes yang diasuhnya justru mewajibkan santrinya tetap tinggal di pondok. “Untuk sementara orang tua dilarang untuk menengok anak-anaknya dulu. Kalau ada perlu hanya bisa berhubungan lewat telepon genggam. Kemudian anak-anak kami sarankan tidak pulang bila tidak sangat penting. Dan anak yang piket masak boleh keluar ke pasar dan tidak boleh lama, serta cuci tangan saat kembali ke pondok dan mengenakan masker,” tuturnya.
Untuk memeriksa kesehatan para santrinya lebih awal, kata Pengasuh Ponpes Al Hikam Puri KH Abdullah Munib Lc, pihaknya sejak awal telah menempatkan tenaga kesehatan di pondok.
Kecamatan Pati Kota juga sudah memerintahkan desa dan kelurahan di wilayahnya membentuk posko pengaduan untuk mendata masyarakat yang baru datang dari luar negeri/daerah yang endemis virus corona.(pas-gus)

0
0
0
s2smodern
Joomla templates by a4joomla