Disketapang Ajak KWT Manfaatkan CFD Promosi Hasil Produksinya

Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kabupaten Pati, menggenjot Kelompok Wanita Tani (KWT) binaannya, untuk memanfaatkan semua bentuk kegiatan yang mendatangkan masa,  sebagai ajang promosinya.  Tak terkecuali Car Free Day atau Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) setiap minggu pertama dan minggu ketiga, yang diselenggarakan  Pemkab Pati di sekitar Alun-alun Simpang Lima dan Jalan Panglima Sudirman.

Saat berkerumunnya masa, menjadi ajang yang paling efektif dan murah untuk mempromosikan hasil produksi. Meskipun hanya berlangsung beberapa jam, Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang),  memanfaatkan peluang tersebut, untuk mempromosikan hasil karya Kelompok Wanita Tani (KWT) yang menjadi binaannya. Mulai dari beras, tanaman sayur, hingga penganan olahan dari bahan pangan lokal.
Di sela-sela kesibukannya mendampingi KWT, saat ikut meramaikan car free day di Alun-alun Simpang Lima Pati, Minggu kemarin (17/9),  Plt Kepala Disketapang Pati, Puji Setiyanto, melalui Kabid Konsumsi dan Keamanan Pangan, Endang Setyawati mengatakan,  mengikutsertakan mereka pada kegiatan car free day, sebagai upaya pemberdayaan KWT dibinanya untuk tampil, sekaligus menjual  produksinya.
“Insya Allah nantinya, ada KWT-KWT yang lain di desa bisa tumbuh. Harapan kita, semua Kelompok Wanita Tani dan PKK di desa akan berdaya, sehingga penghasilan mereka anak meningkat. Untuk sementara kita lakukan untuk promo hasil produk KWT di arena CFD hanya dijadual 6 x setahun seperti yang dianggarkan Pemkab Pati,” katanya.
Endang Setyawati mengatakan,  hanya KWT-KWT yang masih eksist saja, yang bisa ikut. Beberapa diantaranya KWT Lumintu Desa Banyuurip Kecamatan Margorejo, dan KWT Ngudi Makmur Desa Purwokerto Kecamatan Pati, serta Kelompok Tani Indonesia.
“Karena sasaran kita masyarakat. Yaitu beras dengan harga Rp.39ribu/Kg. Kemudian brambang yang dipasaran umum harganya mencapai Rp.20ribu/Kg, pada saat CFD harganya hanya Rp.14ribu/Kg. Tujuannya mendekatkan pada konsumen atau masyarakat,  agar harganya terjangkau. Kemudian menginformasikan kegiatan kita terkait Kawasan Tanaman Pangan Lestari, kali ini kita menampilkan KWT Seroja  yang menjual sayur-sayuran yang merupakan hasil tanaman mereka, serta KWT Tanam Bunga Desa Pohijo Kecamatan Margoyoso yang Alhamdulillah  memberikan contoh kepada masyarakat untuk menanam tanaman sayuran di sekitar pekarangan mereka,” katanya.
Dengan menampilkan KWT-KWT di setiap kegiatan, Endang Setyawati berharap, akan terbentuk KWT di setiap desa untuk memberdayakan masyarakatnya, dengan menanam sayuran dan buah-buahan. Sehingga hasilnya dapat mengurangi pengeluaran Ibu Rumah Tangga.
“Jadi tugas kita membina mereka (Kelompok Wanita Tani) dan PKK. Sehingga kelompok yang berhasil kita tampilkan saat car free day, agar mereka bisa termotivasi dan lebih semangat lagi,” katanya.
Kabid Konsumsi dan Keamanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Pati, Endang Setyawati mengatakan, hingga saat ini ada sekitar 70an KWT yang masih membutuhkan pendampingan, untuk dapat berdaya.(•)

0
0
0
s2smodern
Joomla templates by a4joomla