29 Warga Pati Terjangkiti DBD

101fm, Pati Kota – Selain penularan virus corona (covid-19), kini masayrakat juga harus meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit demam berdarah dengue (DBD). Hingga saat ini ada puluhan warga Pati yang terjangikit penyakit akibat gigitan nyamuk aedes aegypti ini.
Wabah demam berdarah dengue (DBD) sekarang ini juga membutuhkan kewaspadaan dan perhatian serius dari masyarakat, di tengah pandemi covid-19. Meski sudah ada yang terindikasi secara elektronik, masyarakat diharapkan juga turut menggiatkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

Kepala Dinkes Pati dr Edi Siswanto diwakili Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Joko Leksono mengatakan, dari 129 kasus yang dilaporkan dengue (demam) belum menyandang demam berdarah, harnya 29 diantaranya yang dinyatakan positif demam berdarah secara elektronik. “Walaupun demikian kita tetap waspada karena yang aedes dengan virusnya sampai sekarang itu belum hilang. Kalau kita tanya pengobatanya dengan apa, yang pasti imunitas tubuh seperti halnya corona disamping penyebarnya harus kita hilangkan,” tuturnya.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Joko Leksono menuturkan, untuk penanganan penyakit demam berdarah ini secara kausatif (sesuai keluhan) dari pasien. Dan kesembuhan itu tergantung dari daya tahan tubuh orang per orang meski ada beberapa yang mengklaim dapat menyembuhkan itu belum teruji secara medis. “Untuk itu saya berpesan kepada masyarakat, di era pandemi corona ini jangan lupa menggalakan PSN dimulai dari lingkungan rumah sendiri,” terangnya.
Sementara anggaran untuk program fogging (pengasapan), kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Joko Leksono, atas permintaan DPRD Kabupaten Pati dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Namun Dinas lebih mengapresiasi masyarakat yang menggalakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) untuk mengantisipasi wabah demam berdarah dengue (DBD).(pas-gus)

0
0
0
s2smodern
Joomla templates by a4joomla